Yusuf Martak Curiga Ada Penyusup Sengaja Bakar Bendera PDIP

Nasional

NOTULA – Insiden pembakaran bendera PDI Perjuangan pada aksi Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI di depan gedung DPR dicurigai dilakukan oleh penyusup.

Aksi pembakaran bendera PDIP dan bendera bergambar palu arit itu kini dipermasalahkan partai banteng moncong putih. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto tegas menyatakan partainya akan menempuh jalur hukum atas pembakaran itu.

Menanggapi itu, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Yusuf Martak, menegaskan, setiap warga negara punya hak menyampaikan aspirasi sesuai jaminan konstitusi.

Menurutnya, setiap warga juga punya hak menempuh jalur hukum bila ada yang merugikan diri maupun organisasinya. Hanya saja, Yusuf Martak khawatir jika apa yang diperkarakan itu hal yang mengada-ada dengan tujuan membungkam pengkritik.

“Yang tidak boleh apabila hanya mengada-ada membuat kegaduhan di negara ini dan menjadikan aparat dan kekuasaan sebagai alat menjerat masyarakat yang mengkritiknya,” tegasnya, seperti dikutip dari rmol.id, Kamis (25/6/20).

Yusuf Martak curiga ada penyusup yang sengaja datang untuk membuat gaduh. Penyusup itu diselipkan untuk membuat aksi kontroversi, yang tujuan utamanya membungkam kritik atas RUU HIP yang disampaikan demonstran.

Terlebih saat peristiwa pembakaran terjadi, para ulama atau pemimpin Ormas dalam aksi itu sedang masuk ke gedung DPR untuk bertemu pimpinan DPR.

“Kami masih mencurigai pembakar bendera PDIP dari pihak lain. Karena di saat kejadian saya selaku ketua delegasi bersama delegasi yang lain sedang mengadakan pertemuan dengan DPR,” pungkas Yusuf Martak.