Waspada, Bencana Hidrometeorologi Mengancam Hingga Februari

Malang Raya

NOTULA – Warga Jawa Timur diimbau agar mewaspadai bencana hidrometeorologi, yakni bencana yang dipengaruhi faktor cuaca, seperti banjir, longsor, hingga puting beliung.

Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso, Linda Fitrotul, mengatakan, Desember hingga Februari merupakan bulan-bulan periode prakiraan puncak musim hujan di Jawa timur.

Dampaknya, potensi curah hujan meningkat. “Benar, Desember, Januari dan Februari merupakan bulan-bulan periode prakiraan puncak musim hujan di Jawa Timur, sehingga potensi curah hujan meningkat, mengakibatkan bencana hidrometeorologi juga meningkat,” ungkap Linda, Rabu (16/12/20).

Dia menunjuk sejumlah daerah di Jawa Timur mulai ada yang terendam banjir, akibat luapan air sungai, seperti Gresik, Sampang dan Pasuruan.

Di meminta masyarakat tetap waspada dan siap siaga menghadapi potensi bencana, seiring dengan peringatan dini dari BMKG agar waspada terhadap hujan intensitas sedang hingga deras disertai angin kencang.

“Bencana hidrometeorologi itu penyebabnya sebagian besar karena curah hujan, sehingga perlu Desember, Januari, dan Februari diwaspadai, karena terjadi peningkatan curah hujan,” katanya.

Pada saat itu, kata dia lagi, bisa terjadi banjir, tanah longsor, dan bisa juga hujan es. “Masyarakat yang tinggal di sekitar sungai atau daerah-daerah rawan bencana hendaknya meningkatkan kewaspadaan,” tutupnya.