Wartawan Sejati Tampil sebagai Pencerah dan Pemberi Pemahaman

Nasional

NOTULA – Di tengah hiruk pikuk politik, wartawan tak boleh kehilangan peran kontrol sosial dan penjaga nilai kebenaran, sesuai amanat UU 40/1999 tentang Pers, yang menyebutkan, “Pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.”

Demikian disampaikan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa, pada silaturahmi Pengurus Daerah JMSI DKI Jakarta di kantor Inilah.com, Jalan Rimba, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (2/3/22).

Menurut Teguh, saat ini Indonesia sedang menghadapi perkembangan digitalisasi yang bergerak cepat. Tak jarang, perkembangan digital dan cepatnya arus informasi itu membuat masyarakat menjadi kebingungan.

“Di sinilah, pers sejati harus memegang teguh fungsi dan perannya, dan tidak ikut-ikutan bingung, apalagi limbung,” tegasnya.

Pesan Teguh itu diamini wartawan senior Muchlis Hasyim. Menurutnya, masyarakat saat ini dibuat bingung dengan berbagai wacana yang menghiasi hingar bingar perpolitikan nasional.

Wartawan, kata dia, harus bisa berdiri dengan tegap dan tidak larut. Wartawan justru harus berperan memberikan pencerahan pada pemahaman masyarakat terhadap satu wacana atau fenomena.

“Wartawanlah yang harus memulihkan kejelasan dan keajegan visi politik kenegaraan, yang mengingatkan semua masyarakat dan para tokoh akan prinsip dan haluan direktif konstitusional berjangka panjang,” katanya.

“Tanpa kehilangan daya fleksibilitas untuk dapat merespons berbagai ancaman dan perkembangan yang terus berubah,” demikian Muchlis menambahkan.

Silaturahmi JMSI DKI Jakarta itu juga menyepakati pergantian beberapa kepengurusan. Khalid Zabidi dari media siber Epicentrum.com yang sebelumnya sekretaris Pengda, kini menjadi pengurus JMSI Pusat, digantikan Aendra Medita dari jakartasatu.com.

Sementara posisi bendahara umum JMSI DKI Jakarta kini dipegang Fahd Pahdepie dari Inilah.com.