Walikota Malang Terbitkan SE Terkait Natal dan Tahun Baru, Begini Poinnya…

Malang Raya

NOTULA – Sebagai antisipasti dan demi memutus mata rantai penularan Covid-19, Walikota Malang, Sutiaji, menerbitkan surat edaran (SE) untuk dipedomani terkait perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

SE Nomor 32 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Ibadah dan Perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, itu ditandatangani pada 17 Desember, ditujukan pada pengurus tempat ibadah, pengelola tempat hiburan/rekreasi, restoran, rumah makan, hotel/penginapan, pusat perbelanjaan (mall), event organizer dan seluruh masyarakat Kota Malang.

Mengingat kasus penyebaran Covid-19 di Kota Malang yang meningkat dan hasil koordinasi walikota beserta Forkompimda dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) pada 17 Desember 2020, akhirnya diterbitkan SE Walikota tentang Pelaksanaan Ibadah dan Perayaan Natal Tahun 2020 Serta Tahun Baru 2021.

Untuk Natal, prinsipnya pengelola rumah ibadah harus menjaga situasi kondusif, aman, dan tertib, sehingga memberikan ketenangan kepada masyarakat dalam menyikapi situasi dan kondisi dampak dari Covid-19, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Untuk perayaan Tahun Baru, pengelola tempat rekreasi/hiburan, hotel, restoran, cafe, pusat perbelanjaan/mall, event organizer dan sejenisnya, dilarang mengadakan kegiatan di dalam maupun di luar ruangan, yang menimbulkan kerumunan, seperti panggung hiburan, panggung/konser musik, gala dinner, dan sejenisnya.

Bagi organisasi kemasyarakatan, komunitas, RT/RW, kelompok masyarakat/perkumpulan, pada malam Tahun Baru 2021, dilarang mengadakan konvoi, membunyikan terompet atau petasan, pesta kembang api, dan/atau kegiatan lain yang menimbulkan kerumunan, baik di tempat umum, rumah maupun tempat lainnya.

Seluruh pengelola rumah ibadah, pelaku usaha, dan masyarakat diminta berpedoman pada SE itu. Pelanggaran terhadap SE akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dan SE itu berlaku sejak ditetapkan dan ditandatangani, Kamis (17/12/20).