Wahyu: Ya Pandemi, Ya Netralitas ASN…

Malang Raya

NOTULA – Bila kota dan kabupaten lain saat ini fokus masalah pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Malang justru dihadapkan pada dua hal penting, yakni penanganan pandemi itu sendiri, serta Pilkada, dalam hal ini netralitas ASN (Aparatur Sipil Negara).

Demikian dikemukakan Sekda Kabupaten Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM, yang tampil sebagai pembicara pada webinar bertajuk Membangun Birokrat Tangguh dan Amanah di Masa Pandemi, via zoom meeting, Senin (23/11/20).

Khusus menyoal Pilkada, menurut Wahyu, kebetulan bupati incumbent kembali maju, maka menjadi tugasnya untuk menekankan pentingnya netralitas. Bahkan ia sudah memerintahkan para camat untuk membuat spanduk dan baliho bertuliskan pentingnya netralitas ASN.

“Itulah yang dihadapi ASN Kabupaten Malang, ya pandemi, ya Pilkada,” tegas Wahyu.

Sementara itu, Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Prof Dr Agus Pramusinto MDA, menegaskan, seorang ASN itu dipromosikan karena kompetensinya, bukan karena dukung mendukung politik.

“Konyol kalau seorang bupati yang menang terus mempromosikan seorang ASN karena dukungan politik. Itu bunuh diri. Kalau dipromosikan hanya karena dukung mendukung, tanpa kompetensi, artinya ASN itu tidak percaya diri,” paparnya.

Bila kompetensinya kuat, sambung Agus, siapapun bupatinya pasti tetap diperhatikan. “Karena keahliannya memang dibutuhkan. Jadi jangan mau ditarik-tarik ke politik, nanti orang akan menganggap anda tidak punya kompetensi,” katanya lagi.

Dia juga mengaku beberapa kali berpesan kepada para bupati, agar tidak menjadikan dukung mendukung sebagai instrument promosi. “Karena itu bunuh diri,” tegasnya.

Sementara itu Wahyu Hidayat juga memaparkan, kompetensi yang dimiliki ASN berdasarkan Pasal 3 huruf d UU No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Menteri PAN-RB No 38 Tahun 2017 tentang Standar Kompetensi Jabatan ASN sebagai prasyarat dalam menunjang kinerja.

“Pembangunan SDM ASN yang berkualitas dan berdaya saing menjadi kunci dalam menghadapi tantangan transformasi digital saat ini. Terlepas saat ini sedang melalui masa Pilkada, ASN tetap
harus profesional menunjukkan kompetensinya,” jelasnya.