Vivo Rambah Enam Negara di Eropa

Gadget, Tekno

NOTULA – Vivo resmi mengumumkan ekspansi pasar ke enam negara Eropa, yakni Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol dan UK (United Kingdom).

Gebrakan memperkenalkan rangkaian produk di Eropa itu sebagaimana dilansir dari Vivo.com, belum lama ini.

Langkah menembus pasar Eropa didukung rangkaian persiapan ekstensif, penelitian dan wawancara dengan 9.000 orang di benua itu. Targetnya, memahami kebutuhan spesifik konsumen setempat.

Vivo juga memperkenalkan line-up smartphone dan perlengkapan teknologi perdana. Selain itu juga kolaborasi terbaru sejalan dengan ekspansi yang dilakukan.

Memasuki pasar Eropa merupakan rencana yang telah dibuat sejak awal ekspansi global Vivo, 2012 lalu. Vivo mendirikan kantor cabang di Eropa sejak November 2019, mengedepankan prinsip strategi bisnis internasional perusahaan, yaitu Semakin Lokal, Semakin Global.

Kantor pusat Vivo Eropa terletak di Dusseldorf, dengan personel 70 orang, dari 16 negara. Mereka memiliki berbagai latar belakang industri, seperti FMCG, otomotif, perhotelan, customer electronic (CE), serta home care.

Saat ini tim berkekuatan 120 personel, didukung para pakar industri dari masing-masing negara. Golongan targetnya memastikan perusahaan memanfaatkan wawasan konsumen yang relevan secara esensial.

Sejak didirikan pada 2011, Vivo terus tumbuh, berbekal pengalaman dalam pengembangan telepon rumah dan feature-phone yang dimulai pada 1995.

Data Canalys pada kuartal kedua 2020, menyebutkan, Vivo kini memegang posisi kedua di pasar smartphone Tiongkok. Selain itu juga menjadi vendor terbesar kedua di India, sekaligus memimpin pasar Indonesia.

Didukung oleh lima fasilitas manufaktur, dua di Tiongkok dan satu masing-masing di Bangladesh, India, dan Indonesia, Vivo dengan bangga memelopori beberapa teknologi industri smartphone.

Pencapaian Vivo sejauh ini juga tidak lepas dari kontribusi penting oleh sembilan pusat penelitian dan pengembangan di seluruh dunia.