NOTULA – Saat ini beredar informasi dari pesan berantai (viral) berisi nama 29 tokoh yang mayoritas pendukung paslon 02 Prabowo-Sandi, dikabarkan tengah dimonitor aparat. Kabar itu pun dibantah.

Jurubicara Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Purwanto, saat dihubungi redaksi, Sabtu (18/5), menampik kabar itu. “Itu informasi hoax,” tegas Wawan Purwanto singkat, seperti dikutip dari rmol.co.

Sebelumnya, pada menjelang penetapan hasil Pemilu 2019 yang dijadwalkan 22 Mei, kini tengah viral pesan berisi instruksi agar memonitor 29 orang yang mayoritas pendukung paslon 02 Prabowo-Sandi.

Instruksi itu disebut-sebut berasal dari Dirjen Imigrasi Cc BIN, berisi agar 29 orang yang namanya tercantum dimonitor, jika melintas.

Arahannya, aparat diminta mengecek dengan baik saat 29 orang itu melintas di sistem. Sedang perintahnya, jika ada tanda, lakukan sesuai SOP. Tapi jika tidak, cukup dimonitor saja dan diinfokan.

Siapa saja masuk dalam 29 nama yang disebut-sebut sedang dimonitor itu, berikut daftarnya:

Rockmat S Labib (HTI), Farid Wadjdi (HTI), Habib Rizieq Shihab (FPI/PA 212), M Amien Rais (PA 212/BPN 02), Slamet Maarif (PA 212/BPN 02), Bachtiar Nasir (PA 212), Ansufri Idris Sambo (PA 212), Haikal Hassan Baras (PA 212), Habib Muchsin bin Ahmad Al Attas (FPI), Hilmy Bakar Almascaty (FPI).

Muhammad Gatot Santono atau Muhammad Al Khaththath (GISS), Muidinillah Basri (DSKS), Eggi Sudjana (BPN 02), Djoko Santoso (BPN 02), Rizal Ramli (BPN 02), Musa Bangun (BPN 02), Fadli Zon (BPN 02/Partai Gerindra), Muhammad Ismail Yusanto (HTI/PKS), Mardani Ali Sera (PKS), Mohamad Sohibul Iman (PKS), Titi Widoretno Warisman (#2019GantiPresiden).

Selanjutnya, Said Iqbal (KSPI), Namrudin (GMJ), Tedjo Edhy Purdijatno (Punawirawan), Kivlan Zein (Punawirawan), Judi Magio Jusuf (Punawirawan), Glenny Kairupan (Punawirawan), Soenarko (Punawirawan), dan Sjafrie Sjamsoeddin (Punawirawan).

Sementara itu, politisi PKS, Mardani Ali Sera, yang namanya tercantum pada 29 daftar nama itu, mengaku tidak tahu kebenaran dari pesan berantai berisi 29 nama yang sedang dimonitor aparat.

“Kalau info seperti ini bisa benar bisa juga rumor,” tukas Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini, saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (18/5).

Menurutnya , dia cukup menjadi warga negara yang baik dan taat hukum saja.

“Dan tetap yakin negeri ini punya kebebasan berekspresi dan saya selalu berusaha menjadi warga negara yang berani mempertahankan hak-hak publik dan hak-hak sipil warga negara. Dan akan tetap vokal,” tegasnya.