Vaksin Sinovac Halal? MUI Tunggu Hasil Uji Klinis BPOM

Nasional

NOTULA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika, Muti Arintawati, mengaku, belum bisa menegaskan halal tidaknya vaksin Sinovac.

Menurut dia, MUI masih menunggu beberapa informasi yang perlu dilengkapi. Muti juga tidak membeberkan secara detail informasi yang dimaksud. Hanya, kuantitasnya terbilang sedikit, karena proses audit sudah rampung.

“Jadi kami tidak bisa kemudian memberikan kesimpulan. Dan kesimpulan halal tidaknya juga tidak ada di LPPOM, tetapi di Komisi Fatwa (MUI),” jelas Muti, dalam diskusi virtual, Selasa (5/1/21).

Yang pasti, sambung dia, LPPOM MUI memastikan tidak pasif dalam menerima informasi vaksin, dan secara intensif melakukan kajian yang dikerjakan auditor LPPOM MUI.

Dia mencontohkan, studi literatur, jurnal, dan keterangan pakar mengenai bahan baku vaksin juga terus digali.

“Katakan ada sekian banyak asam amino yang digunakan dalam media (pembuatan vaksin). Apakah asam amino memang kita perlu kritisi kehalalannya? Atau, mana asam amino yang dari sisi proses produksinya itu tidak kritis dari sisi kehalalannya,” ujarnya.

Keputusan halal atau tidaknya vaksin, seperti dikutip dari RMOL.id, merupakan domain Komisi Fatwa MUI, tapi juga tergantung keputusan BPOM.

Masih menurut Muti, hasil uji klinis BPOM itu berkaitan dengan keamanan vaksin yang kini sedang diuji.

“Kalau semua informasi sudah lengkap, MUI tetap menunggu keputusan dari BPOM tentang safety, tentang thoyyib tadi, untuk memutuskan kemudian apakah bisa dikeluarkan sertifikat halal atau tidak,” tandasnya.