NOTULA – Ikatan Keluarga Besar Universitas Indonesia (IKB UI) tidak tinggal diam melihat salah satu alumni UI, dokter Robiah Khairani Hasibuan atau Ani Hasibuan, dilaporkan ke polisi atas analisa medisnya tentang fenomena ratusan petugas Pemilu yang meninggal dunia.

Usai Shalat Jumat (17/5), mereka menggelar aksi di depan Masjid Arif Rahman Hakim (ARH) UI Salemba. IKB UI siap menjadi penjamin Dokter Ani, jika terindikasi ada upaya krimalisasi, apalagi sampai ditahan. Mereka juga mendengungkan tanda pagar #SaveDokterAniHasibuan.

Menurut rencana mereka akan mengenakan almamater kuning khas UI.

Seperti diberitakan, Dokter Ani sempat mempertanyakan penyebab kematian petugas KPPS yang jumlahnya mencapai ratusan. Dia turut menyertakan sejumlah analisa medis atas fenomena ini.

Namun, analisa medisnya ternyata berujung pada pelaporan yang dilakukan Carolus Andre Yulika ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Hal itu tertera pada Laporan Polisi Nomor LP/2929/V/2019/PMJ/Dit Reskrimsus pada tanggal 12 Mei 2019. Dokter Ani disangkakan telah melanggar pasal 28 ayat 2 junto pasal 35 junto pasal 45 ayat 2 UU 19/2016 tentang ITE.

Ani dituding telah menyebarkan berita atau pemberitahuan bohong yang dapat mengakibatkan keonaran di masyarakat, yang terdapat di portal media berita tamshnews.com.

Hari ini Ani diharuskan menghadiri pemanggilan sebagai saksi oleh pihak kepolisian. Seperti dikutip dari rmol.co, dia sedianya akan diperiksa di ruang Subdit Sumdaling Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.