Urban Farming Arema, Strategi Jitu Hadapi Masalah Pangan di Masa Pandemi

Malang Raya

NOTULA – Bertahan hidup dalam situasi pandemi menjadi topik pada Forum Perangkat Daerah (FPD) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, di Ballroom Hotel Atria, Rabu (24/2/21).

Melemahnya akses pangan masyarakat Kota Malang di era pandemi Covid-19, memerlukan strategi penangangan, antara lain dengan cara meningkatkan ketahanan pangan melalui urban farming.

Walikota Malang, Sutiaji, berpendapat, masalah ketahanan pangan jadi perhatian sejak lama. Konsep urban farming telah digagas bersama Dispangtan dan stakeholder.

Kepala Dispangtan, Ir Ade Herawanto MT, saat berbicara di Forum Perangkat Daerah. (Foto: Istimewa)

“Bicara lahan cocok tanam, sudah tersedia di lingkungan kita sendiri. Jadi masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sendiri,” tuturnya.

Dispaspangtan Kota Malang sendiri bertekad menggarap potensi itu secara pentahelix, dengan bekerjasama dengan jaringan pondok pesantren, KNPI, Karang Taruna, Ibu-ibu Persit dan Bhayangkari, PKK, Aremania, dan lainnya.

Sementara Sekda Kota Malang, Wasto, menyampaikan postur dan alokasi anggaran untuk Dispangtan ke depan, termasuk menyiasati kebijakan di masa pandemi ini.

Dia mengingatkan pentingnya sinergi memperkuat BUMD Tugu Aneka Usaha (Tunas) di sektor pertanian, agar potensi bisa dimaksimalkan, termasuk menjaga stabilitas pangan, salah satunya menciptakan iklim investasi.

FPD kali ini sekaligus sarana menjaring partisipasi masyarakat untuk mewujudkan visi Pemerintah Kota Malang 2018–2023/RPJMD, dijabarkan dalam ‘The Future of Malang’ dan ditarik pada tugas dan fungsi Dispangtan melalui empat program teknis, yakni Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan.

FPD juga dihadiri perwakilan semua unsur pentahelix, mulai kalangan akademisi (Sujarwo dari Fakultas Pertanian UB), mewakili Rektor, Guru Besar UB, yang juga mantan rektor Prof Dr Ir M Bisri MS, dan Rektor IPM Dr Ir Agus Sukarno MP.

Sementara dari OPD tampak perwakilan Barenlitbang, Diskopindag, UPT Pasar, Perumda Aneka Usaha dan lain-lain. Tampak pula dari unsur TNI dan Polri juga berpartisipasi.

Perwakilan pengusaha juga hadir, termasuk perwakilan sejumlah instansi, seperti Manajer Bidang Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan PLN UP3 Malang, Lusia Setyowati, perwakilan Deputi Kepala BI Malang, dan BUMN lainnya.

Sedang dari komunitas binaan, ada Poktan, Pokdakan, Pohlasar dan rumah tangga peternak, KWT serta komunitas calon binaan seperti PKK, KNPI, karang taruna, Aremania Curva Sud dan milenialis. Semua yang hadir medukung secara pentahelix.

Sementara itu, motivator, entepreneur dan pengurus Kadin Jatim, Prof Juniardi, mengatakan, ketahanan pangan merupakan kekuatan dasar dari sebuah wilayah. Dia juga memaparkan konsep memperkuat ketahanan pangan, yakni production distribution logistics integration (PDLI).

Foto: Istimewa

Manajemen Mutu

Mantan Rektor UB, Prof Dr Ir M Bisri MS, menegaskan, harus ada siklus manajemen mutu, meliputi Organisasi, Sistem, Do, Audit, Tindak Lanjut (OSDAT).

“Jika ingin memulai program, susun langkah manajemen mutu terlebih dulu, agar program yang dijalankan berhasil. Banyak sekali usaha yang ada di pesantren yang sangat berhasil, dengan menggunakan siklus manajemen mutu, termasuk dilakukan untuk berbagai produk pertanian,” papar Bisri.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, optimis Dispangtan di bawah keemimpinan Ir Ade Herawanto MT, akan menjadi OPD yang diperhitungkan. “Produk pertanian harus mengikuti zaman, kami dari DPRD siap menangkap ide-ide Sam Ade untuk ketahanan pangan,” tegas Ketua DPC PDIP Kota Malang itu.

Dia berharap Dispangtan mengajukan anggaran sebesar-besarnya, dengan catatan benar-benar memenuhi kebutuhan masyarakat. “Yakinlah, di bawah Sam Ade, Dispangtan di akhir 2021 menjadi dinas terseksi,” tambah Made.

Made juga mengingatkan pentingnya jaringan pemasaran produk-produk pertanian hingga pemanfaatan lokasi strategis untuk memasarkan produk UMKM khas Kota Malang, seperti ruangan di kantor OPD atau hall Gedung DPRD.

Optimisme Made itu diamini Kepala Dispangtan Kota Malang, Ir Ade Herawanto MT. Semua gagasan yang mengemuka perlu dukungan legislatif dengan mengawal anggaran untuk memaksimalkan kinerja Dispangtan.

Ade juga mengatakan, banyak inovasi yang tengah dimatangkan untuk mampu bersinergi denganberbagai kalangan.

“Berdasar evaluasi dan riset, kami temukan isu strategis terkait melemahnya akses masyarakat atas bahan pangan di era pandemi covid-19. Sehingga dalam forum ini, juga kami paparkan berbagai strategi penanganan, yaitu peningkatan ketahanan pangan melalui urban farming Arema,” urai Sam Ade d’Kross.

“Kami ingin program Dispangtan ini dapat sustainable, mulai dari hulu pra panen, hingga hilir pasca panen, dengan pembinaan dan fasilitasi berkesinambungan,” katanya.