Update Tsunami, Kapolri Tinjau Proses Evakuasi Korban

Nasional

NOTULA – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian memantau langsung kondisi terkini di wilayah yang terkena bencana tsunami di Provinsi Banten, Minggu (23/12).

Kapolri berada di lokasi bencana didampingi Kapolda Banten, Brigjen Tomsi Tohir, dan Wakapolda Banten, Kombes Tomex Korniawan.

Kapolri memantau langsung proses evakuasi jenazah yang dilakukan tim gabungan. Menurutnya, hampir semua instansi atau kelembagaan terlibat dalam evakuasi di lokasi bencana, di antaranya Polri, TNI, Basarnas, BNPB, BPBD, Kemenkes dan Kemensos.

“Saya mau melihat dampak langsung kerusakan di TKP dan apa saja yang perlu dikoordinasikan di sana bersama semua instansi,” ujar Tito.

Kopassus

Sementara itu, prajurit Kopassus Grup 1 dengan sigap segera melakukan bantuan evakuasi korban tsunami di Selat Sunda.

Sebanyak 60 anggota Kopassus langsung menyusur serta melakukan pencarian korban dan memberikan bantuan obat-obatan yang dibutuhkan sementara.

“Kami fokuskan untuk mencari korban selamat untuk dievakuasi ke tempat yang lebih aman,” tutur pimpinan tim evakuasi korban tsunami dari Kopassus, Letnan Dua Ali Ramadhan.

Dia juga mengatakan, anggota Kopassus juga turut mengevakuasi jenazah, pembersihan puing-puing rumah warga yang runtuh akibat diterjang ombak tinggi.

“Kami juga mengevakuasi kendaraan yang tertimpa pepohonan,” tambah Ali dalam siaran pers Penerangan Kopassus yang diterima redaksi sesaat lalu.

Menurut Ali, daerah yang terkena dampak paling parah adalah Kabupaten Pandeglang, yang terdiri atas kawasan wisata Pantai Carita, Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, dan Panimbang.

“Hingga saat ini TNI tengah melakukan survei pemetaan dampak bencana,” pungkas Ali.