Ulangi Masa Kelam 21 Tahun Lalu, Ekonomi Diprediksi Minus 3 Persen

Nasional

NOTULA – Pada kuartal II-2020, ekonomi Indonesia diprediksi akan mengalami kontraksi hingga minus 3,1 persen.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, setelah melihat tekanan di berbagai sektor pendorong perekonomian bulan Mei, dibanding bulan sebelumnya.

“Pada kuartal II akan ada kontraksi, karena PSBB dilakukan dan memberi kontribusi ke pertumbuhan ekonomi yang besar. Ini akan mempengaruhi kuartal II yang kita perkirakan -3,1 persen,” tutur Menkeu Sri Mulyani, saat menggelar konferensi pers, Selasa (16/6).

Seperti dikutip dari rmol.id, proyeksi ini juga akan menjadi catatan sejarah, mengingat kondisi zona minus terakhir terjadi pada kuartal I-1999, yang saat itu mencapai -6,13 persen.

“Meskipun point estimate kita mendekati 0-1 persen. Kita akan lihat terus dari berbagai perkembangan,” tambahnya.

Ia berharap pada kuartal III dan IV pertumbuhan ekonomi kembali positif. Karena itu pemerintah masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020 di kisaran -0,4 persen hingga 2,3 persen.

“2020 tahun yang sangat extra ordinary. Pandemik Covid-19 adalah tantangan yang belum ada jawaban kapan akan berakhir dan bagaimana respons yang paling efektif,” tegas dia.