NOTULA – Perludem menilai pengajuan gugatan sengketa hasil penghitungan Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK) oleh pasangan Prabowo-Sandi, sangat mulia.

Sebagaimana disampaikan calon wakil presiden, Sandiaga Uno, orientasi dari gugatan itu tak lain untuk perbaikan demokrasi di tanah air, bukan semata merebut kekuasaan.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini, di sela-sela diskusi publik yang digelar MNC Trijaya FM bertajuk ‘MK Adalah Koentji’ di D’ Consulate Cafe & Lounge, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5).

“Bila komitmennya seperti itu, berarti betul-betul ingin berkontribusi agar proses demokrasi kita jadi lebih baik di masa mendatang. Karena tujuannya lebih mulia daripada kekuasaan bagaimana ke depan proses kontestasi,” sambungnya.

Titi meyakini kedua kubu, baik 01 maupun 02, sama-sama memiliki kesempatan sama untuk mengajukan gugatan ke MK terkait sengketa Pemilu. Namun, kata Titi, yang menjadi catatan adalah proses Pemilu ke depan harus mengalami perbaikan.

“Harapannya, ke depan proses kontestasi kita sepakat ada empat hal yang harus kita benahi, yakni sistemnya diperkuat, manajemen Pemilunya, lalu penegakan hukum harus diperbaiki, dan desain penyelenggara Pemilunya,” demikian Titi.

Sejumlah narasumber hadir pada acara itu, di antaranya anggota TKN Jokowi-Maruf, Ade Irfan Pulungan, mantan Wamenkumham Denny Indrayana, Politisi Golkar Jerry Sambugua, Jubir BPN Prabowo-Sandi Andre Rosiade, dan Pakar Hukum Tata Negara Kampus IPDN Juanda.