NOTULA – Semakin mendekati hari pencoblosan, sejumlah lembaga survei mulai mengeluarkan rilis terbaru tentang gambaran hasil Pilpres 2019. Menyikapi itu, Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, merasa ada yang beda dari rilis-rilis lembaga survei itu.

Dia bahkan menyebut mayoritas lembaga survei mulai bermain aman atas prediksi yang dilakukan. “Lembaga survei mulai main aman,” kata Mardani, dalam akun Twitter pribadinya, Rabu (3/4).

Menurut dia, salah satunya Lingkaran Survei Indonesia (LSI), yang menyebut ada pergerakan tren pemilih. Pasangan Joko Widodo-Maruf Amin mengalami penurunan dari Februari sebesar 58,7 persen menjadi 56,8 persen di bulan Maret.

Sebaliknya pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengalami tren peningkatan. Dari 30,9 persen di Februari, menjadi 36,8 persen di kisaran Maret.

Sementara itu lembaga Indo Barometer mulai menyebut pasangan 02 memiliki peluang menang. Peneliti Indo Barometer, Hadi Suprapto, mengatakan, pemilih yang tidak memberikan hak pilih alias golongan putih (Golput) dapat menggagalkan kemenangan Jokowi-Maruf.

Menurut dia, besarnya angka Golput tidak akan berpengaruh pada Prabowo-Sandi. Sebab, pasangan ini cenderung solid ketimbang 01.

Berdasar fenomenaitu, Mardani mengaku teringat dengan Pilkada Jawa Barat 2018 lalu. Saat itu, pasangan yang diusung Partai Gerindra, PKS, dan PAN, Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

Sejumlah survei memprediksi pasangan ini tidak akan berbicara banyak. Nyatanya, justru melejit dan bertengger di peringkat kedua.

“Jadi ingat pasangan Asyik (Sudrajat Syaikhu). Di survei cuma 5 sampai 8 persen, tapi hasilnya mendekati 30 persen,” pungkasnya, seperti dikutip dari rmol.co.