Tolak RUU HIP, Ribuan Massa Mulai Padati Gerbang Gedung DPR

Nasional

NOTULA – Ribuan massa aksi bertajuk ‘Selamatkan NKRI dan Pancasila dari Komunisme’ telah memadati area depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (24/6/20) siang ini.

Berdasar pantauan di lapangan sejak sekitar pukul 12.35, ribuan massa dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) telah berkumpul di depan Gedung DPR RI.

Mereka membawa berbagai spanduk dan alat peraga aksi lainnya. Mobil komando pun telah berada di depan gerbang Gedung DPR RI. Masa aksi terlihat kompak menggunakan masker, sesuai imbauan panitia aksi dari Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI.

Seperti dikutip dari rmol.id, ANAK NKRI merupakan gabungan berbagai ormas Islam seperti GNPF-Ulama, FPI, PA212 dan lainnya.

Saat ini aksi penyampaian pendapat menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) belum dimulai, namun massa sudah memadati Jalan Gatot Soebroto, Jakarta.

Lalu lintas di Jalan Gatot Soebroto pun macet cukup panjang. Sementara polisi belum melakukan penutupan jalan untuk mengantisipasi kemacetan yang semakin parah.

1000 Personel TNI-Polri

Sementara itu, sebanyak seribu personel gabungan Polri dan TNI diturunkan, untuk mengamankan aksi ANAK NKRI. Unjuk rasa itu digelar pukul 13.00 WIB.

Karo Opsnal Polda Metro Jaya, Kombes Marsudianto, mengatakan, pengamanan meliputi hampir seluruh sisi Gedung Parlemen.

“Ada seribu personel. Gabungan TNI dan Polri,” jelas Marsudianto, di Gedung DPR, Rabu siang.

Dia meminta anggota kepolisian aktif meminta peserta agar menjaga jarak dan menaati protokol kesehatan.

“Jangan gunakan kesempatan menyampaikan pendapat ini malah jadi gelombang kedua (penyebaran Covid-19). Bisa saja, kalau aksi kecenderungannya malah tak jaga jarak. Teknis diatur agar jaga jarak,” jelasnya.

Dia juga meminta agar jajaran kepolisian selalu humanis dan menghilangkan emosi. “Anggota diminta humanis. Tinggalkan jauh-jauh emosi kita. Kita dilatih sabar,” sebut dia.

Marsudianto juga memastikan anggota TNI yang mengamankan aksi tak membawa senjata tajam. “Saya minta Provos chek. Tak pakai senpi. Kalau bawa hanya tim anarkis dan sesuai dengan adanya perintah dari atasan jika kondisi tak dimungkinkan,” ungkapnya.

Sementara itu Dandim 0501/JP BS, Kolonel Inf Wahyu Yudhayana, menambahkan, personel TNI yang ikut mengamankan aksi sekitar 1 SSK.

“Sekitar 50-an personel dari TNI,” tutup Wahyu.

Sedang Ketua PA 212, Slamet Maarif, sebelumnya mengatakan, pihaknya akan melibatkan sekitar 1.000 orang. “Iya, kami sudah lapor ke polisi dan akan datang sekitar 1.000-an orang,” kata dia saat dikonfirmasi.