Tolak Penundaan Pemilu, Aktivis Pemuda Desak Cak Imin dan Zulhas Undur Diri

Nasional

NOTULA – Penolakan terhadap usulan penundaan Pemilu Serentak 2024 makin meluas. Sejumlah aktivis berbagai organisasi pemuda berkumpul dan secara tegas menolak usulan yang berujung pada perpanjangan masa jabatan presiden itu.

Para pemuda itu di antaranya Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia, Muhtadin Sabili, Mantan Ketum GMKI, Korneles Galanjinjinay, dan Ketum DPP GEMA Mathlaul Anwar, Ahmad Nawawi.

Menurut Muhtadin Sabili, wacana penundaan Pemilu merupakan gagasan yang menunda perbaikan sosial dan politik, yang berimplikasi perpanjangan masa jabatan presiden, dan itu hanya memperpanjang penderitaan rakyat.

“Maka, jika ada (upaya) amandemen, itu akal-akalan dan merupakan kudeta konstitusi. Saya usul pembubaran Parpol yang mengusulkan itu,” tegas Sabili, seperti dikutip dari rmol.id Selasa (1/3/22).

Sementara Ketum DPP GEMA, Mathlaul Anwar Ahmad Nawawi, mengingatkan konsekuensi dari pengunduran waktu Pemilu yang berimplikasi pada perpanjangan masa jabatan presiden.

Wacana itu juga bisa berimplikasi pada ratusan kepala daerah yang periodesasinya selesai dan berpotensi menuntut hal yang sama. “Ini kekeliruan. Kita tidak boleh diam dan harus mengerahkan kekuatan massa, mengepung DPR/MPR,” tegasnya.

Sedang Mantan Ketum GMKI, Korneles Galanjinjinay, mengatakan, bangsa ini mengalami krisis keteladanan dan negarawan dari sejumlah ketua umum Parpol.

“Dari pada jadi beban bagi rakyat, jadi beban bagi generasi muda, saran saya sebaiknya para Ketum Parpol itu mengudurkan diri dari panggung politik nasional. Mereka sama sekali tidak berfaedah bagi rakyat, hanya memikirkan diri sendiri dan kelompoknya,” kata Korneles.

Menurutnya, Ketum Parpol yang mengusulkan penundaan Pemilu itu tidak punya integritas, etika dan moral politik.

“Mereka mental politisi pecundang, ‘Machiavellian’, sudah terbukti tidak dipercaya oleh rakyat, sehingga tidak punya nilai jual. Karena itulah mereka ramai-ramai memainkan isu sabotase Pemilu 2024,” pungkasnya.