Titi Anggraini: Figur Potensial Korup Karena Lingkaran Setan Pilkada

Nasional

NOTULA – Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK di Sulawesi Selatan yang akhirnya menyeret Gubernur Nurdin Abdullah mendapat sorotan dari Dewan Pembina Perludem, Titi Anggraini.

Titi membeberkan sejumlah catatan penting tentang terungkapnya kasus dugaan rasuah itu, diantaranya, lemahnya sistem pengawasan, tuntutan orang sekitar dan dampak dari tingginya biaya politik.

“Perilaku koruptif ditimbulkan banyak faktor. Personal, sistem pengawasan yang lemah, tuntutan orang sekitar, ataupun implikasi politik biaya tinggi yang sejatinya ilegal,” jelas Titi seperti dikutip dari RMOL.id, Minggu (28/2/21) malam.

Menurutnya, selama ini banyak dana yang muncul justru akibat aktivitas yang sulit dijangkau akuntabilitasnya. Salah satu fakta di lapangan, kerja pemenangan seorang calon kepala daerah tidak ditopang dukungan partai politik pengusung.

Fakta politik itulah yang mengakibatkan logistik pemenangan dibebankan pada kandidatnya. “Akhirnya perlu modal besar. Inilah yang jadi lingkaran setan dan sering menjebak figur-figur potensial dalam praktik korup,” katanya lagi.

Pada bagian lain, berdasar keterangan para saksi dan bukti yang cukup, KPK akhirnya menetapkan tiga orang tersangka suap dalam kasus proyek infrastruktur di Sulawesi Selatan.

Mereka adalah Nurdin Abdullah dan Edi Rahmat sebagai penerima, dan Agung sebagai pemberi. Ketiganya saat ini ditahan di tiga lokasi berbeda.