Tinggalkan Balai Kota Among Tani, KPK Bawa 2 Koper Besar

Malang Raya

NOTULA – Setelah sekitar 7 jam menggeledah dan meminta keterangan sejumlah ASN (Aparatur Sipil Negara) di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, belasan petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meninggalkan lokasi dengan membawa 2 koper besar berisi berkas hasil penggeledahan.

Sebelumnya, Rabu (6/1/21) hari ini, sejak sekitar pukul 10.00 WIB para petugas antirasuah itu menggeledah dan memintai keterangan di tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Rombongan bergegas meninggalkan Balai Kota Among Tani tepat sekitar pukul 17.00 WIB.

Tak ada keterangan sedikitpun diberikan kepada wartawan yang sejak pagi hari nyanggong di lokasi. Hanya ada keterangan melalui pesan singkat dari Jurubicara KPK, Ali Fikri, di Jakarta, yang membenarkan ada kegiatan penggeledahan di Pemkot Batu.

Penggeledahan dan penghimpunan keterangan itu, menurut Ali Fikri, terkait dugaan gratifikasi di Pemkot Batu, periode 2011-2017.

Ditambahkan, sehari sebelumnya, Selasa (5/1/21), KPK juga memeriksa saksi Mohamad Zaini (pemilik PT Gunadharma Anugerah, dan Kristiawan, mantan pengurus rumah tangga Walikota Batu saat itu, Edy Rumpoko.

Sementara itu, Walikota Dewanti Rumpoko, enggan memberi keterangan terkait aktivitas penggeledahan yang dilakukan KPK di kantornya.

“Lho, ya saya nggak tahu, wong saya di lantai lima, ya tanya sama yang nggeledah lah,” tukasnya, sembari menuju ruang kerjanya.

Penggeledahan KPK memang dilakukan di lantai berbeda. Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan di lantai II, sedang DInas PUPR di lantai III.