Tindaklanjuti Rekomendasi Komnas HAM, Kapolri Bentuk Tim Khusus

Nasional

NOTULA – Kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti temuan dan rekomendasi dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait insiden di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Menurut Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, Kapolri langsung membentuk tim khusus (Timsus) yang terdiri dari Bareskrim, Divisi Hukum dan Divisi Propam Polri, untuk menyelidiki temuan Komnas HAM soal dugaan pelanggaran HAM oleh anggota polisi kepada empat Laskar FPI.

“Kapolri Jenderal Idham Azis merespon dengan menginstruksikan pembentukan tim khusus untuk menindaklanjuti temuan dari Komnas HAM,” jelas Argo di Jakarta, Jumat (8/1/21).

Menurutnya, tim itu akan menindaklanjuti temuan Komnas HAM secara profesional dan terbuka kepada masyarakat. “Tim akan bekerja maksimal, profesional dan terbuka dalam mengusut oknum anggota polisi terkait kasus itu,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, hasil penyelidikan dan investigasi yang disampaikan Komnas HAM juga menyebutkan, laskar FPI membawa senjata api yang dilarang oleh UU. Bahkan, sambung dia, terjadi aksi saling tembak dan benturan fisik karena laskar FPI melawan petugas.

“Menurut Komnas HAM, penembakan yang dilakukan oleh Polri dilakukan oleh petugas lapangan dan tanpa perintah atasan, sehingga Komnas HAM merekomendasikan dibawa ke peradilan pidana sesuai UU 39/1999 bukan ke Pengadilan HAM menurut UU 26/2000,” jelasnya, seperti dikutip dari RMOL.id.