Tim Hukum Ruslan Buton Ajukan Gugatan Praperadilan

Nasional

NOTULA – Tim hukum Kapten (Purn) Ruslan Buton telah resmi ajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (2/6/20).

“Gugatan itu teregistrasi dengan nomor 62 Praperadilan,” tutur Tim hukum Ruslan Buton, Tonin Tachta, seperti dikutip dari rmol.id, Rabu (3/6/20)..

Dalam gugatan praperadilan itu, Ruslan melawan Presiden RI, Kepala Kepolisian RI, Kepala Bareskrim dan Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri.

Surat pengajuan itu menjelaskan bahwa praperadilan akan digunakan oleh pencari keadilan untuk melakukan perlawanan kepada pihak termohon, dalam hal ini Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri yang dinilai salah menerapkan hukum dan melanggar Hukum Acara Pidana.

“Secara kasat mata tersangka Ruslan tidak pernah diperiksa sebagai calon tersangka oleh termohon, karena ia ditangkap pada 28 Mei 2020 berdasar surat perintah dengan status tersangka dan telah ditetapkan sebagai tersangka pada 26 Mei 2020. Dengan demikian surat putusan Mahkamah Konstitusi nomor 21/PUU-XII/2014 tidak terpenuhi,” jelas Tonin.

Sehingga, sambung dia, cukup alasan tentang tidak sahnya penetapan tersangka akibat aspek formil tidak adanya dua alat bukti yang sah yang dimiliki sesuai dengan laporan polisi nomor LP/B/0271/V/2020/Bareskrim tanggal 22 Mei 2020 dengan pihak pelapor yakni Aulia Fahmi dan terlapor adalah Ruslan Buton.

Dalam surat pendaftaran praperadilan itu juga tercantum beberapa petitum, diantaranya mengabulkan gugatan permohonan praperadilan seluruhnya, menyatakan termohon tidak memiliki dua alat bukti yang sah dalam penetapan tersangka.

Selanjutnya, menyatakan tidak dah penetapan tersangka berdasarkan Laporan Polisi nomor LP/B/0271/V/2020/Bareskrim tanggal 22 Mei 2029 selaku pelapor saudara Aulia Fahmi, menyatakan batal Surat Ketetapan nomor S.Tap/73/V/2020/Dittipidsiber tanggal 26 Mei 2020 dengan tersangka Ruslan Buton.

Kemudian melepaskan tersangka Ruslan Buton dari penahanan, menghentikan perkara Pidana berdasarkan Laporan Polisi nomor LP/B/0271/V/2020/Bareskrim tanggal 22 Mei 2020 selaku pelapor saudara Aulia Fahmi dan merehabilitasi nama baik dan kedudukan Ruslan Buton.