Tim Gabungan Berkomitmen Tuntaskan Kasus Novel

Nasional

NOTULA – Tim gabungan penuntasan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan, bergerak cepat. Sejumlah tokoh masyarakat yang memiliki integritas dilibatkan dalam tim yang diteken langsung Kapolri Jenderal Tito Karnavian, menindaklanjuti rekomendasi Komnas HAM.

Peneliti senior LIPI, Prof Hermawan Sulistyo, yang menjadi jurubicara tim gabungan, menegaskan, selain dari kepolisian, sejumlah pakar juga dilibatkan dalam tim gabungan ini, antara lain mantan Wakil Pimpinan KPK dan gurubesar hukum pidana UI, Indriyanto Seno Adji, Ketua Ikatan Sarjana Hukum Indonesia, Amzulian Rifai, Ketua LSM Badan Pengurus Setara Institute, Hendardi, Komisioner Kompolnas/mantan Direktur Eksekutif Imparsial, Poengky Indarti, mantan Komsioner Komnas HAM, Nur Kholis, dan Komisioner Komnas HAM, Ifdhal Kasim.

Hermawan yang juga masuk dalam tim juga mengatakan, tim gabungan punya komitmen kerja keras untuk menuntaskan kasus Novel.

“Kami sudah melakukan rapat koordinasi pertama pada 14 Januari, dihadiri tim penyidik KPK, perwakilan tokoh, pakar dan tim penyidik polisi,” jelas Hermawan Sulistyo, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (21/1).

Dia juga menjelaskan, agenda membahasan saat itu adalah pemaparan penyidikan kasus oleh penyidik tim gabungan dan perkembangan kasus Novel.

“Tim gabungan ini bersekretariat di Direktorat Krimum Polda Metro Jaya, untuk koordinasi setiap minggu. Tim ini kan dibentuk untuk menjawab pertanyaan masyarakat tentang Novel, dan ini atas rekomendasi Komnas HAM,” tegasnya.

Yang sudah dilakukan tim gabungan ini, tambahnya, bahwa penyidik sudah melakukan penyelidikan. Bahkan kinerja tim gabungan ini dipantau pihak eksternal secara langsung, yakni Komnas HAM, Ombusdman dan masyarakat.

“Di internal kepolisian sendiri kita ketahui ada Irwasum, Propam dan Biro Wasidik. Tim gabungan dalam enam bulan ini harus kerja cepat, agar kasus Novel ini terang benderang,” pungkasnya.