Tim Bentukan Kapolri Diyakini Mampu Ungkap Kasus Novel

Nasional

NOTULA – Penunjukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada sejumlah tokoh yang duduk dalam tim gabungan menguak kasus penyiraman penyidik KPK, Novel Baswedan, sangat kapabel di bidangnya.

Optimisme itu disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Dr Edi Hasibuan, di Jakarta, Senin (14/1).

“Sosok dan nama-nama yang ditunjuk Kapolri sangat tepat dan sangat mampu,” kata Edi.

Seperti diketahui, tim gabungan itu bertugas berdasarkan surat Kapolri Nomor Sgas/3/I/HUK.6.6/2019. Sebanyak 65 orang lintas profesi terlibat di dalamnya. Ada dari Polri, KPK dan pakar.

Kapolri sendiri bertugas sebagai penanggung jawab tim, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis ditunjuk sebagai ketua tim.

Nama-nama pakar yang terlibat antara lain mantan Wakil Ketua KPK, Idriyanto Seno Adji, peneliti utama LIPI, Hermawan Sulistyo, Ketua Setara Institute, Hendardi, Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti, serta Komisioner Komnas HAM, Nur Kholis, dan Ifdhal Kasim.

Menurut mantan Anggota Kompolnas itu, mereka memiliki kemampuan hebat dan kehadiran mereka dalam tim gabungan banyak diapresiasi masyarakat.

Hasil penelitian Lemkapi, anggota tim gabungan Polri dan KPK memiliki kemampuan dan keilmuan yang lengkap dan bersifat teknis. Mereka diyakini akan bekerjasama secara profesional.

“Saya sangat optimis tim gabungan ini akan bekerja keras untuk menjawab harapan masyarakat,” jelas Edi, seperti dikutip dari rmol.co.

Staf pengajar ilmu hukum Universitas Dirgantara Suryadarma Jakarta ini berharap tim gabungan segera bekerja.

“Saya doakan tim ini agar berhasil mengungkap siapa pelaku teror terhadap Novel Baswedan,” pungkasnya.