Tiga Tersangka Pungli Korban Tsunami Ditahan

Nasional

NOTULA – Polisi akhirnya menahan tiga tersangka kasus dugaan pungutan liar (Pungli) kepada korban bencana tsunami di Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang.

Ketiga tersangka itu adalah FL, ID dan B. Ketiganya bertugas di instalasi kedokteran forensik dan medikolegal (IKFM) RSDP Serang, Banten.

“Ketiganya sudah berstatus tersangka dan dilakukan penahanan, untuk mempermudah penyidikkan,” ungkap Kabag Wasidik Ditreskrimsus Polda Banten, AKBP Dadang Herli, seperti dikutip dari rmol.co.

Dadang juga menambahkan, penetapan tersangka dilakukan, setelah Polda Banten melakukan proses penyelidikan dan meningkatkan ke tingkat penyidikan, dengan bukti uang Rp 15 juta dan kwitansi.

“Berdasar fakta yang kami dapatkan, baik dari lima saksi kunci kemudian dokumen termasuk pada kwitansi, dan uang sebesar Rp 15 juta, akhirnya kita telah tetapkan tiga tersangka,” tambahnya.

Dari total 34 jenazah yang ditangani RSDP Serang, sambungnya, 11 jenazah korban ditangani CV Nauval Zaidan dan 5 Jenazah gratis, sementara 6 Jenazah melakukan pembayaran.

“Kami juga mengamankan uang sebesar Rp 15 juta rupiah dan bukti kwitansi pembayaran. Bukti-bukti ini yang menjadikan dasar kepolisian menetapkan tersangka,” ujarnya.

Dadang menegaskan, tiga tersangka terancam Pasal 12 huruf e UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Tersangka diancam pidana 20 tahun atau paling singkat selama 4 tahun. Serta denda sebesar Rp200 juta dan maksimal Rp1 miliar,” pungkasnya.