The Relay Run 2020, Banyak Kejutan di Rute Pelarian

Malang Raya, NOT-TV, Sport
NOTULA – Usai sudah The Relay Run 2020. Finish di Museum Singhasari, Kamis (26/11/20) menjadi titik lelah sekaligus bahagia bagi peserta. Banyak dari peserta mengaku mendapat kejutan di setiap rute.

Salah satu peserta, Eko Cahyono, mengaku sangat kaget dengan rute yang dilewatinya. terlebih tidak mendapat informasi rute yang akan dilewati saat menjelang start.

“Kami tidak tahu medannya seperti apa. Apakah itu menanjak, menurun, ataupun datar. Sehingga menjadi kejutan dan tantangan tersendiri bagi pelari,” Eko Cahyono mengisahkan, di sela-sela acara.

Menurut dia, saat pandemi seperti ini, pelari sudah tidak punya ajang untuk menyalurkan hobinya. Sehingga even ini disambut antusias para pelari menjadi. Andai tak dibatasi, pasti banyak pesertanya.

“Sejak Covid, kami sudah sepuluh bulan tidak ada kegiatan seperti ini. Jadi ini membuat para pelari senang dan banyak yang pingin ikut. Tapi sayang, kuotanya cuma 60 orang,” kata Eko.

Eko yang juga panitia, mengatakan, ada tantangan di setiap rute. Panitia sering kali menemukan hal yang tidak terduga saat di lapangan.

“Kami tidak tau di lapangan sering kali menemui jalan yang ditutup, ada pengecoran, atau ada hajatan warga, sehingga kita harus cepat mengambil rute yang pas. Karena tidak boleh melebihi atau mengurangi jarak tempuh sepanjang 1.260 km,” paparnya.

Selain itu, peserta juga tidak boleh menunda start. Apapun jadwal dan kendala yang dihadapi, harus tetap memulai start.

“Jadi walaupun hujan deras, harus tetap start. Sehingga pelari yang mendapat jatah sore hari, pasti akan klumus, karena setiap sore pasti akan hujan,” sergah Eko.

Spot terfavorit dari para pelari adalah Pantai Lenggoksono, Puncak Bundu, dan Hutan Pinus Semeru.

“Di Puncak Bundu kita bisa melihat lahar Semeru dari puncak bukit. Dan itu suhunya sangat dingin, kabut tebal, pelari harus bisa menjaga asupan oksigen,” tambahnya.

Dia berharap acara ini bisa diadakan setiap tahun. Menurutnya, even ini sangat efektif untuk mempromosikan wisata yang ada di Kabupaten Malang.

Eko juga menambahkan, kuota peserta sebaiknya juga ditambah, karena banyak sekali pelari yang ingin ikut serta dalam ajang seperti ini.