NOTULA – Akhirnya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin sebagai saksi terkait dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama tahun 2018-2019 untuk tersangka Romahurmuziy alias Romi.

“Btul, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi untuk tersangka RMY (Romi),” jelas Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Rabu (24/4).

Menurutnya, selain Menteri Lukman, KPK juga memeriksa Staf Ahli Menteri Agama, Gugus Joko Waskito dan dua anggota tim panitia seleksi (Pansel), Aulia Muttaqin dan Muhammad Amin.

Seperti sudah diberitakan, dalam kasus ini KPK telah menyita uang senilai Rp 180 juta dan 30 ribu dollar Amerika di laci ruangan kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Atas dasar itu, penyidik KPK mendalami dengan memeriksa Menag Lukman.

KPK telah menetapkan sedikitnya tiga tersangka, yakni anggota Dewan Penasihat TKN Jokowi Maruf, Romahurmuziy alias Romi, Kakanwil Kemenag Kabupaten Gresik, Muafaq Wirahadi, dan Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin.

Selama proses penyidikan kasus suap jual beli jabatan di Kemenag ini, sebanyak 63 orang saksi telah digarap KPK. Saat OTT, KPK mengamankan uang Rp 156 juta dari tangan Romi yang diterima dari Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin.

Atas ulahnya, Romi yang diduga menerima suap itu dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedang Muafaq dan Haris selaku pemberi suap disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Terhadap Muafaq, KPK mengenakan Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.