Terkait Kasus DAK Kabupaten Malang, KPK Periksa 11 Saksi

Malang Raya

NOTULA – Terkait dugaan suap dan gratifikasi Dana Alokasi Khusus (2011) yang melibatkan Bupati Malang non aktif, H Rendra Kresna, hari ini (Senin, 26/11) sembilan orang menjalani pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Aula Rupatama Polres Malang Kota.

Seperti diketahui, sekitar 47 saksi juga telah diperiksa di Polres Malang, 16 Oktober lalu. Sedangkan hari ini sedianya 11 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Malang dan rekanan juga menjalani pemeriksaan.

Namun, hingga berita ini ditulis, baru 9 orang yang menjalai pemeriksaan, sisanya Selasa (27/11) besok. Semuanya diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi.

Kesembilan orang itu adalah Henry MB Tanjung (Kabag TU Sekda Pemkab Malang, Kabag PDE sekaligus Ketua LPSE 2008 – 2014), Suwandi (Kepala BKD 2002 – 2016, Kepala Dindik 2007 – 2012), Willem Petrus Salamena (Kepala Bapenda 2017 – sekarang), Tri Darmawan Sambodho (Kasi Pengembangan APTIKA Dinas Kominfo, Admin PPE LPSE 2011- sekarang).

Selain itu juga ada Pudianto (Plt Kadindik, Kabid Sekolah Menengah, PPK Bidang Sekolah Menengah Dinas Pendidikan 2011 – 2012); Kusnul Farid (Pensiunan PNS, mantan Kasubag Perencanaan Dindik 2009 – 2013, Ketua Panitia Lelang Dindik 2011 – 2012), Suwigyo (Kasi Evaluasi Perencanaan dan Pelaporan Badan Perumahan, Pensiun PNS), Sudarno (Pengawas SLB Dindik, Mantan Kasi Sarpras Sekolah Menengah 2008), dan Ricky Meinardhy (Kabag Administrasi Pembangunan).

Willem Petrus Salamena, kepada wartawan menyampaikan, ia diperiksa penyidik dengan sembilan pertanyaan.

“Saya diperiksa untuk tersangka Erik Armando dan Ali Murtopo. Saya ditanya terkaiat SOP SPPD (Surat Perintah Pencairan Dana, red),” kata Willem yang menjalani pemeriksaan mulai pukul 11.00 – 17.00 WIB.