Terkait Dugaan Korupsi Bansos Covid-19, KPK Didesak Periksa Gibran

Nasional

NOTULA – Lagi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak memeriksa putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, terkait dugaan keterlibatan pada kasus dugaan suap bantuan sosial (Bansos) Covid-19, berupa Sembako.

Kali ini desakan disampaikan Jaringan Pemuda Indonesia (JPI), dengan menggelar aksi di depan Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu siang (6/1/21).

Menurut Ketua Umum (Ketum) JPI, Yaban Ibnu, aksi dilakukan untuk merespons pemberitaan yang menyebutkan bahwa ada dugaan keterlibatan Gibran pada perkara yang menjerat Juliari Peter Batubara yang saat itu menjabat sebagai Menteri Sosial.

Merujuk pada pemberitaan Tempo, Gibran dikabarkan memberi rekomendasi salah satu perusahaan, PT Sri Rejeki Isman Tbk alias Sritex, agar menjadi perusahaan yang menjalankan pengadaan goodie bag untuk Bansos Sembako.

“Kami minta KPK segera memeriksa ‘anak Pak Lurah’, yaitu Gibran Rakabuming, atas dugaan keterlibatan korupsi Dana Bansos,” tegas Yaban Ibnu, seperti dikutip dari RMOL.id, Rabu siang (6/1/21).

Pihaknya juga meminta KPK menindaklanjuti keterlibatan oknum-oknum lain yang disebut dalam investigasi majalah Tempo edisi 21-27 Desember 2020 yang berjudul “Korupsi Bansos Kubu Banteng”.

“KPK berani bongkar, KPK hebat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Selasa (5/1/21) aksi yang mendesak KPK untuk memeriksa Gibran juga dilakukan Pergerakan Masyarakat Madani (Permadani), di depan Gedung KPK.