Terkait Dugaan Jual Beli Jabatan, Menag Siap Dipanggil KPK

Nasional

NOTULA – Terkait Kasus dugaan jual beli jabatan rektor UIN yang merupakan buntut penangkapan Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy oleh KPK, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, menyatakan siap bersaksi di lembaga anti rasuah itu.

Saat ditemui di ruang kerja Komisi VIII DPR, Jakarta, Senin (25/3), Menag sempat meradang mendengar pertanyaan soal jual beli jabatan rektor.

“Saya tentu tidak akan memasuki hal-hal seperti itu, karena itu akan kita respon secara lebih khusus ya,” tegas Lukman.

Menurut dia, sejauh ini belum ada pemanggilan terhadap dirinya dari KPK. Namun sebagai warga negara yang taat, ia siap hadir jika dipanggil lembaga pimpinan Agus Rahardjo itu.

“Ya tentu dong, harus hormati. Itu kewajiban konstitusional, saya akan memenuhi panggilan mereka (KPK),” tandasnya, seperti dikutip dari rmol.co.

Sementara itu, polemik jual beli jabatan rektor UIN sebagai pengembangan kasus OTT politisi PPP, M Romahurmuziy alias Romi oleh KPK, terus bergulir di publik.

Dugaan keterlibatan Kementerian Agama juga menjadi pertanyaan publik. KPK, berdasar pengakuan Mahfud MD, sudah mengantongi beberapa fakta terkait kasus itu.

Sayangnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin enggan berkomentar. Saat ditanya wartawan di kompleks DPR, Jakarta, Senin (25/3), Menag Lukman tak bicara banyak.

“Gini, yang terkait itu, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh media dan kepada publik, saya belum bisa menyampaikan hal-hal yang terkait kepada perkara,” tukasnya.

Menurutnya, dia menghormati KPK sebagai institusi resmi pemberantas rasuah.

“Mestinya mereka mendapat keterangan resmi pertama dari saya dalam persoalan ini. Jadi apa boleh buat, sebelum saya memeberikan keterangan resmi kepada KPK, tentu secara etika saya harus menghormati untuk tidak menyampaikannya (ke publik),” ungkap dia.

“Jadi, terkait dengan materi perkara ini, mohon teman-teman media memaklumi,” pungkasnya.