NOTULA – Terkait kasus dugaan jual beli jabatan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan segera memeriksa Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, termasuk temuan uang Rp 180 juta dan USD 30 di laci meja kerja menteri, beberapa waktu lalu.

“Pemanggilan saksi-saksi akan dilakukan sesuai kebutuhan penyidikan. Nanti akan diinformasikan lebih lanjut,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di kantornya, Jakarta, Jumat (5/4).

Febri juga mengatakan, penyidik KPK memastikan uang yang disita dari laci meja kerja Menteri Lukman berkaitan dengan kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama.

“Kami duga itu terkait dengan pokok perkara ini,” jelasnya, seperti dikutip dari rmol.co.

Menteri Lukman sendiri mengklaim uang yang disita KPK adalah honorarium. Padahal KPK tidak menyita uang honorarium, karena berada di tempat terpisah.

“Ada uang lain di sana yang kami identifikasi itu merupakan honor. Dan karena sudah diidentifikasi itu honor, uang yang ada tadi tidak kami sita. Penyidik bisa membedakan mana yang honor dari identifikasi saat itu, dan mana yang bukan,” tukas Febri.

“Ada beberapa yang honor tidak kami amankan, karena kalau honor itu kan masih mejadi hak dari pejabat negara, kecuali dilarang. Dan uang itu juga kami amankan bukan dari amplop-amplop, tapi dalam sebuah tas. Jadi uang itu terkumpul dalam sebuah tas,” pungkasnya.