Temui Gita Wirjawan, JMSI Siapkan Rakernas I di Semarang

Nasional

NOTULA — Diseminasi informasi harus berkontribusi pada penguatan pondasi demokrasi dan mendorong peningkatan kompetensi warga negara di segala bidang yang dibutuhkan dalam pembangunan negara, di tengah persaingan global yang makin tajam.

Demikian antara lain pesan yang disampaikan Ketua Dewan Pembina Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Gita Wirjawan, saat menerima Pengurus Pusat JMSI, di kantornya, di kawasan SCBD, Selasa siang (19/10/21).

Gita yang juga pemandu talkshow ‘EndGame’ di kanal Youtube miliknya, juga menjelaskan arti penting informasi tidak hanya diukur dari akselerasi diseminasi yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Tapi juga dari kekuatan pesan yang terkandung di dalamnya dan bagaimana pesan itu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari serta didayagunakan dalam merumuskan solusi atas persoalan yang dihadapi negara dan bangsa sehari-hari.

Selain Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, Pengurus Pusat JMSI lain yang hadir dalam pertemuan itu adalah Sekjen Mahmud Marhaba, Bendahara Umum Dede Zaki Mubarok, Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Novermal Yuska, dan Ketua Bidang Kerjasama Antar Lembaga, Jayanto Arus Adi. Juga ikut hadir dalam pertemuan tersebut itu, anggota Dewan Pakar JMSI, Syahrial Nasution.

Merespon pesan yang disampaikan Gita Wirjawan, Teguh Santosa mengatakan, ada tiga kata kunci, yakni informasi, demokrasi, dan kompetensi. Itu menjadi tema yang akan dibahas pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I JMSI yang akan digelar di Semarang, Jawa Tengah, pada 10 sampai 12 November.

Teguh sangat mengapresiasi kesediaan Gita Wirjawan menghadiri Rakernas I JMSI itu.

Rakernas I JMSI akan dihadiri seluruh Pengurus Pusat JMSI serta ketua, sekretaris, dan bendahara pengurus daerah JMSI.

Terkait pelaksanaan Rakernas I JMSI, Teguh melaporkan, dirinya bersama Jayanto Arus Adi yang juga Ketua Panitia Rakernas, baru kembali dari kunjungan ke Semarang, untuk bertemu Walikota Semarang, Hendrar Prihadi.

Walikota Hendrar Prihadi, sambung Teguh, menyampaikan terima kasih atas terpilihnya Semarang sebagai lokasi Rakernas I JMSI, dan percaya bahwa pergelaran ini sangat membantu recovery Semarang dari masa pandemi.

Persiapan teknis pelaksaan Rakernas I sudah matang, dan bila tidak ada aral melintang akan dibuka Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Sementara itu, Jayanto Arus Adi mengatakan, pada Rakernas I JMSI nanti peserta akan dibagi dalam tiga komisi yang masing-masing membahas persoalan penting keorganisasian, program kerja, dan kemitraan dengan berbagai lembaga.

Di hari terakhir Rakernas, tambah Jayanto, akan digelar pelantikan Pengurus Daerah JMSI Jawa Tengah. Pelantikan rencananya dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Verifikasi Faktual JMSI

Pada bagian lain, pelaksanaan Rakernas I JMSI merupakan hal kedua yang disampaikan Teguh Santosa. Sebelumnya dia melaporkan proses verifikasi yang dilakukan Dewan Pers terhadap JMSI, baik pusat maupun daerah.

Dari 30 Pengurus Daerah JMSI, 23 di antaranya telah diverifikasi secara administrasi. Sementara 12 Pengurus Daerah JMSI telah diverifikasi secara faktual oleh Dewan Pers.

“Ini sudah melebihi syarat yang diminta Dewan Pers, yakni 10 pengurus daerah terverifikasi faktual. Kita semua berharap, dalam waktu dekat, semoga sebelum Rakernas I JMSI, Dewan Pers sudah memutuskan status JMSI sebagai konstituen,” jelas Sekjen Mahmud Marhaba.

Pengurus daerah JMSI yang telah diverifikasi secara faktual oleh Dewan Pers adalah Pengda JMSI Sultra, NTB, Sumut, Kalsel, Sumbar, Kaltim, Aceh, Bengkulu, Babel, Kepri, Sumsel, dan Pengda JMSI Jatim.

Verifikasi Pengda JMSI Jatim, Maret lalu, terbilang istimewa, karena dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh, yang didampingi anggota Dewan Pers, Agus Sudibyo, dihadiri Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa.