NOTULA – Rekaman video berupa temuan puluhan kantong berisi surat suara Pemilu 2019 sudah tercoblos 01 (Jokowi-Ma’ruf) dan Caleg Nasdem, kini viral.

“Kita sudah melakukan penggerebekan di Bandar Baru Bangi, di universiti tempatnya. Barang-barang yang sudah dicoblos, di satu kedai kosong. Ini barang-barang yang sudah dicoblos di Bandar Baru Bangi, di Malaysia, Selangor,” suara pria dalam rekaman video berdurasi 5 menit 5 detik itu, sambil menunjukkan sebuah kantong warna hitam penuh berisi surat suara.

Di video itu juga tampak seorang pria berbadan tegap dengan rambut cepak tengah menjelaskan lebih lanjut.

“Ini kami menemukan banyak surat suara yang sudah dicoblos yang dikumpulkan di ruko yang tidak berpenghuni. Nah ini kami menemukan langsung bukti presidennya sudah dicoblos 01, calegnya nomor 5 Nasdem, namanya Achmad,” tuturnya.

Berdasar temuan itu, ia meminta KPU membatalkan semua urusan tentang Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Malaysia, mulai hari ini sampai tanggal 14 April.

“Kami harap dibatalkan, kalau tidak kami akan mengusir orang PPLN dan Bawaslu, mereka semua yang bertanggung jawab atas masalah yang terjadi hari ini,” tegasnya.

Copot Dubes Rusdi Kirana

Menaggapi itu, jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, meminta Bawaslu segera mengecek kebenaran temuan puluhan kantong berisi surat suara tercoblos pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Maruf di Selangor, Malaysia.

“Kami minta Bawaslu untuk investigasi dulu, tentunya harus ditelusuri,” kata Andre, saat dihubungi, sesaat lalu (Kamis, 11/4).

Menurut dia, jika temuan itu ternyata benar, berarti ada pelanggaran pidana Pemilu dan pemerintah Jokowi harus mencopot Dutabesar RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana.

“Dubesnya harus dicopot dan dipidanakan, karena pertama, dia pendukung Jokowi, tidak netral. Kedua, dia juga memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan anaknya,” jelasnya.

Sementara itu, dari foto yang beredar dan diterima redaksi, nampak sebuah surat suara yang telah tercoblos caleg Nasdem nomor tiga bernama Davin Kirana.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) membenarkan kabar mengenai temuan surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia. Komisioner KPU, Pramono U Tanthowi, menjelaskan, temuan itu didapat dari Panitia Pengawas Lapangan (PPL).

“Oleh Panwas LN sudah diserahkan ke Bawaslu,” kata Pramono, seperti dikutip dari rmol.co.

Meski begitu Pramono menegaskan, pihaknya masih akan menelusuri temuan itu. Dia juga enggan berandai-andai mengenai pemberhentian sementara Pemilu di Malaysia yang sedianya digelar 14 April, sebagaimana diminta Bawaslu.

“Kita tunggu hasil penelusuran bersama. Tidak perlu berandai-andai,” pungkasnya.

Bawaslu sendiri sebelumnya telah membenarkan video viral surat suara Pemilu 2019 yang sudah tercoblos di Malaysia. Mereka bahkan telah meminta KPU untuk menghentikan sementara semua proses Pemilu di Malaysia.

Hentikan Pemilu di Malaysia

Bawaslu sebelumnya juga membenarkan video viral terkait surat suara Pemilu 2019 yang sudah tercoblos di Malaysia, dan sudah meminta KPU untuk menghentikan sementara semua proses Pemilu di negeri jiran itu.

“Itu benar, itu benar. Itu penemunya Panwaslu negeri kita di Kuala Lumpur,” kata anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar, secara terpisah.

Penghentian semua proses Pemilu di Malaysia perlu dilakukan sampai KPU mampu menjelaskan bagaimana tata cara prosedur yang dilakukan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di sana.

Selanjutnya harus diungkap, siapa dalang pencoblosan surat suara itu.

“Siapa pihak yang ada di belakang (pencoblosan) ini dapat jelas ada kinerja dari PPLN yang sudah ada. Ini sebuah kegiatan yang sangat terstruktur, sistematis, massif,” tutur Fritz.