NOTULA – Calon Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan sejumlah tokoh yang akan membantunya di pemerintahan, jika dia memenangi pemilihan presiden (Pilpres) 2019, antara lain Rizal Ramli, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Dahlan Iskan, Rocky Gerung, dan sebagainya.

Yang menarik adalah masuknya nama salah satu wartawan, Teguh Santosa. Di dunia jurnalistik, tidak hanya level nasional, Teguh Santosa memang sudah bukan asing lagi. Saat ini dia menjabat sebagai Anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat.

Sebelumnya ia menjabat sebagai Ketua Bidang Luar Negeri PWI yang membawa panji PWI ke berbagai forum internasional, seperti World Journalists Conference di Seoul, Korea Selatan, Confederation of ASEAN Journalists (CAJ), Belt and Road Journalist Forum dan lain sebagainya. Di awal tahun 2018 Teguh dipilih menjadi Wakil Presiden CAJ.

Di dalam negeri, Teguh juga kerap diminta memberikan pandangan terkait berbagai isu nasional dan internasional.

Intelektualitasnya juga mendapat pengakuan di level internasional. Pada 2011 dan 2012, Komisi IV Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York mengundang Teguh ikut berbicara mengenai penyelesaian konflik Sahara Barat, Maroko. Komisi IV PBB merupakan badan kelengkapan PBB yang menangani persoalan politik khusus dan dekolonisasi.

Selain isu di kawasan Afrika Utara itu, Teguh juga aktif dalam pembicaraan damai konflik di Semenanjung Korea. Dia kerap melakukan perjalanan ke Korea Utara dan Korea Selatan, dan kini menjadi Sekretaris Komite Reunifikasi Damai Korea untuk Asia Pasifik.

Teguh menempuh pendidikan S2 di University of Hawaii at Manoa (UHM), Amerika Serikat. Di kampus itu ia memperdalam ketertarikan pada sejumlah subjek, seperti studi hubungan internasional, studi konflik dan perdamaian, juga studi politik pribumi, dan studi politik Asia Timur.

Kini Teguh tengah mengikuti pendidikan doktoral di jurusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran.

Selain sebagai wartawan, Teguh juga dikenal sebagai tenaga pengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, dan London School of Public Relations (LSPR) Jakarta. Selain itu, Teguh juga tercatat sebagai Wakil Rektor Universitas Bung Karno (UBK).

Soal kedua aktivitasnya itu, Teguh kerap mengatakan, dunia kewartawanan dan dunia pendidikan memiliki karakter yang sama, yakni sama-sama setia pada fakta dan memiliki disiplin riset.

Kemampuan manajerialnya juga dibuktikan dengan mengembangkan jaringan media massa berbasis internet, RMOL Network, yang merupakan salah satu jaringan media berpengaruh yang memiliki cabang di 17 provinsi.