Tarif Retribusi Umum Direncanakan Naik

Malang Raya

NOTULA – Tarif restribusi yang meliputi pelayanan kesehatan (RSUD, Puskesmas, UPT Laboratorium Kesehatan), pelayanan persampahan (Pasar), dan layanan penyedotan kakus, direncanakan naik.

Meski begitu, tarif retribusi baru belum disetujui semua Fraksi DPRD, dan masih bersifat tertutup.

“Ada sub perubahan pada kenaikan tarif, penambahannya sedikit kok, untuk meningkatkan mutu pelayanan, misalnya restribusi pasar,” jelas Ketua Panitia Khusus Retribusi Jasa Umum DPRD Kota Malang, Eddy Widjanarko SAP.

Semua itu terungkap dalam rapat yang dilakukan secara Daring dan Luring, dipimpin Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Malang, Kamis (17/12/20).

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait restribusi Jasa Umum dikabarkan sudah sampai tahap hasil pembahasan. Aturan itu juga memuat tarif restribusi yang termuat dalam Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2015 tentang Restribusi Jasa Umum.

“Restribusi ini bukan untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah), tapi untuk menunjang pengelolaan mereka lagi,” jelas Walikota Malang, Sutiaji, usai rapat pembahasan selesai.

Menurut rencana, Selasa (22/12/20), akan dilakukan pembahasan final oleh semua Fraksi DPRD terkait Ranperda Retribusi Jasa Umum ini.