Tak Pasang PeduliLindungi, Tempat Wisata, Restoran dan Mall Bakal Ditutup

Nasional

NOTULA – Surat edaran (SE) baru diterbitkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, berisi perintah agar kepala daerah melakukan penegakan penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

Semua kepala daerah wajib mengeluarkan peraturan yang mengatur kewajiban penggunaan aplikasi PeduliLindungi, serta memberi sanksi tegas bagi penyelenggara tempat kegiatan publik yang melanggar.

“Sanksi seperti pencabutan sementara atau tetap terhadap izin operasional tempat usaha itu,” bunyi SE Mendagri Nomor 440/7183/SJ yang ditandatangani Mendagri pada 21 Desember 2021 itu.

Mendagri merinci tempat publik yang wajib memasang aplikasi PeduliLindungi, di antaranya fasilitas umum, fasilitas hiburan, pusat perbelanjaan, restoran, tempat wisata, serta pusat keramaian lainnya.

Mendagri juga meminta kepada gubemur, bupati, dan wali kota agar melakukan sejumlah langkah guna mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron.

Seperti mengintensifkan PPKM Mikro dengan mengoptimalkan fungsi Satgas Covid-19 di masing-masing lingkungan, baik provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan dan desa, serta RT/RW, dengan menjalankan fungsi pencegahan, penanganan, pembinaan, dan dukungan pelaksanaan penanganan Covid-19.

Selain itu mengintensifkan tes dan pelacakan kontak erat Covid-19 untuk menemukan kasus dan mencegah penularan lebih cepat di dalam komunitas, kemudian menerapkan Prokes lebih ketat dengan pendekatan 5M dan 3T serta mempertimbangkan faktor ventilasi, udara, durasi, dan jarak interaksi.

Percepatan pencapaian target vaksinasi di wilayah masing-masing, yaitu 70 persen untuk dosis pertama, dan khusus lansia target capaian 60 persen untuk dosis pertama dengan menggunakan semua jenis vaksin, juga wajib diintensifkan.

“Jangan hanya menggunakan CoronaVac/Sinovac-Bio Farma, optimalkan juga vaksin AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Johnson&Johnson. Selain itu perlu juga dilakukan percepatan vaksinasi dosis 2 sehingga mengurangi perbedaan capaian dosis pertama dan dosis kedua,” bunyi SE itu.