Tak Mau Disusupi Provokator, HRS Larang Pengikutnya Kawal ke Polda

Nasional

NOTULA – Habib Rizieq Shihab melarang jemaahnya mengawal kedatangannya ke Polda Metro Jaya. Kehadirannya untuk memenuhi panggilan dalam status tersangka kerumunan.

Demikian disampaikan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab. Semua itu semata-mata untuk menghormati protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Jadi, tolong jangan buat kerumunan, kita sudah berkomitmen bagaimana menjaga protokol kesehatan dengan semua komponen anak bangsa untuk mengatasi pandemi,” kata Habib Rizieq, lewat video, Jumat (11/12/20) malam.

Dia juga berharap masyarakat tetap berada di rumah masing-masing dan mendoakannya tanpa harus melakukan pengawalan ke Polda Metro.

Menurutnya, dia akan hadir di Polda Metro Jaya, Sabtu (12/12/20) pagi ini, bersama beberapa pengacaranya. Ia juga berharap kepada kepolisian untuk tidak mengerahkan pasukan secara berlebihan.

Pengawalan secara berlebihan oleh polisi, sambung dia, dikhawatirkan justru mengundang perhatian publik. Ujungnya, protokol kesehatan tak akan berjalan maksimal.

“Pengawalan berlebihan akan mengundang perhatian, kerumunan bahkan bisa memberi kesempatan kepada pihak ketiga, provokator, membuat kegaduhan,” urainya, Seperti dikutip dari RMOL.id.

“Jadi tak usah khawatir, saya pegang komitmen. Insya Allah Sabtu pagi saya akan hadir bersama para pengacara saya,” demikian Habib Rizieq.

Diberitakan sebelumnya, Habib Rizieq Shihab, melalui sebuah rekaman video, mengatakan, dia bakal mendatangi Polda Metro Jaya guna menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

“Malam ini saya umumkan untuk seluruh anak bangsa, Insha Allah besok (Sabtu, 12/12/20) di pagi hari, saya bersama pengacara akan datang ke Polda Metro Jaya,” kata Habib Rizieq, lewat video yang diunggah Front TV, Jumat malam (11/12/20).

Baca Juga :

a
Dia sekaligus menegaskan, selama ini dirinya tidak pernah melarikan diri dari hukum, usai secara resmi Polda Metro Jaya menetapkan dirinya sebagai tersangka atas kerumunan massa yang mengabaikan protokol kesehatan serta penghasutan.

“Bahwa saya tidak pernah lari apalagi sembunyi,” tekan Habib Rizieq.

Dia mengaku, selama ini ia melakukan pemulihan kesehatan di Pondok Pesantren Argocultural di Megamendung, Bogor, Jawa Barat. “Karena di pesantren ini udaranya sangat asri dan sejuk,” tukasnya.