Tak Berizin, Satpol PP Bubarkan Aksi Galang Dana Mahasiswa UB

Malang Raya, Pendidikan

NOTULA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membubarkan aksi galang dana yang dilakukan 15 orang mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Brawijaya alias Amarah UB, di lampu merah, Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang, Selasa (2/2/21).

Dana dari hasil penggalangan ini dimaksudkan untuk membantu mahasiswa yang tidak dapat membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT).

“Selama pandemi, kuliahnya online, tapi tidak ada keringanan UKT, misal potongan 50%. Kampus hanya memberikan pengajuan penundaan atau penurunan UKT, itupun tidak menyeluruh,” jelas perwakilan Aliansi Mahasiswa Brawijaya alias Amarah UB, Abdullah Shofi.

Dia mengaku, sebelumnya bersama rekan mahasiswa sudah beberapa kali melakukan aksi demo untuk keringanan biaya UKT, tapi pihak kampus hanya menyarankan untuk melakukan pengajuan penurunan itu.

Sampai hari ini ada 13 mahasiswa yang mendaftar untuk mendapat bantuan dari penggalangan dana ini.

“Memang eksekusinya mepet, pendaftaran dan penggalangan dana baru dilakukan kemarin. Sampai saat ini dana terkumpul Rp 3 juta,” tambahnya.

Terkait pengecekan ketepatan target bantuan, dia mengaku masih dalam proses dan terkendala waktu yang mepet. Pengecekan kesesuaian target dilakukan sembari menggalang dana.

“Tadi dibubarkan Satpol PP, katanya kami tidak ada izin, padahal kami sudah izin sama polisi. kami disuruh izin ke Kesra di Balaikota,” jelasnya.

Setelah pembubaran oleh Satpol PP, mereka mengaku tetap melakukan aksi galang dana, kali ini secara online.