Tahapan Pilkada Mulai 6 Juni, Namun KPU Tetap Mengacu Kondisi Covid-19

Nasional

NOTULA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan opsi pelaksanaan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 mulai 6 Juni mendatang.

Meski begitu, Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi, mengatakan, pihaknya masih terus menyesuaikan kondisi perkembangan pandemik virus Corona baru atau Covid-19, untuk bisa menjalankan opsi itu.

“Kita melanjutkan tahapan Pilkada setelah ada kepastian pandemik berakhir,” jelas Pramono, dalam acara uji publik yang digelar via Daring, Sabtu (16/5/20).

Untuk memastikan perkembangan Corona di seluruh wilayah terdampak di Indonesia, KPU telah mengirimkan surat kepada Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19, mengingat masa darurat bencana Covid-19 akan berakhir 29 Mei mendatang.

“KPU sudah mengirim surat ke gugus tugas untuk memastikan dua hal. Pertama, apakah masa tanggap darurat 29 Mei 2020 itu kira-kira ada kemungkinan akan diperpanjang, atau cukup sampai 29 Mei?,” katanya.

“Yang kedua, jika memang tidak dilanjutkan atau berhenti 29 Mei, maka setelah itu ada masa pemulihan. Nah, berapa lama masa pemulihan itu? Karena itu mepengaruhi bagiamana teknis-teknis penyelenggaraan tahapan,” sambungnya.

Sembari menunggu kepastian itu, KPU tidak tinggal diam. Pramono menyatakan, pihaknya tetap bekerja menyusun dua draf PKPU untuk menindaklanjuti Perppu 2/2020 tentang Pilkada.

“Yang sudah dilakukan KPU di tengah ketidakpastian ini, setidak-tidaknya kami sudah menyiapkan draf peraturan yang ada sekarang ini,” pungkasnya.