Tabloid ‘Indonesia Barokah’ Dilaporkan ke Dewan Pers

Nasional

NOTULA – Direktorat Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi melaporkan tabloid Indonesia Barokah ke Dewan Pers. Perwakilan BPN, Nurhayati, menyampaikan, pemberitaan tabloid itu sangat tendensius dan mengandung ujaran kebencian.

“Tabloid Indonesia Barokah edisi pertama, baik judul dan isi kontennya, mengandung fitnah dan ujaran kebencian terhadap Paslon No 02,” kata Nurhayati, usai mengadu di Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (25/1).

BPN menilai keberadaan tabloid ini menimbulkan kegaduhan di kalangan pendukung maupun mayoritas umat Islam pada umumnya. Sebab, kata dia, peredaran tabloid 16 halaman itu sangat terorganisir.

“Yang menjadi sasaran peredaran tempat ibadah atau masjid yang ada di Jabar, Jateng dan Banten,” jelasnya.

Dia pun mengingatkan kewajiban wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

“Itu kan sebagaimana diatur dalam kode etik wartawan pasal 1, UU pers,” tekannya.

Pada kesempatan yang sama, anggota kelompok kerja (Pokja) pengaduan Dewan Pers, Rustam Fachri, menyampaikan, Dewan Pers pada prinsipnya menerima setiap laporan pengaduan dari masyarakat.

“Setelah itu kami lakukan rapat pengkajian dari laporan ini, tahapan berikutnya apakah sudah ada kesimpulan atau perlu pembuktian dengan memanggil pihak yang dilaporkan,” ujarnya.

Ia pribadi tidak bisa banyak berkomentar lantaran kapasitasnya bukan anggota Dewan Pers yang dapat mengambil kebijakan.