Syahganda Berhak Tolak Sidang Dadakan

Nasional

NOTULA – Karena diberitahu mendadak, inisiator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Syahganda Nainggolan, dan pengacara, diminta menolak sidang yang dikabarkan digelar hari ini, Kamis (17/12/20).

Salah satu deklarator kami, Gde Siriana Yusuf, membenarkan permintaan itu, terkait pemberitahuan mendadak tentang sidang Syahganda.

Di internal KAMI beredar pesan, Syahganda akan menjalani sidang. Pesan itu berisi pemberitahuan terkait jadwal sidang yang mendadak. Koordinator Tim Advokasi KAMI, Abdullah Alkatiri, baru diberitahu pukul 09.00 WIB, tadi.

“Kawan-kawan. Hari ini Syahganda disidangkan. Pemberitahuan mendadak,” bunyi pesan itu, seperti dikutip dari RMOL.id.

Mengatahui itu, Gde Siriana langsung meminta Syahganda dan pengacara mengajukan hak menolak sidang. “Syahganda dan pengacara punya hak menolak siding, karena mendadak,” tuturnya.

Gde Siriana menilai sidang secara virtual tidak diatur dalam KUHAP. Sidang dengan metode itu hanya kebijakan sementara selama pandemi dan tidak absolut. “Contoh sidang Jerinx SID di Bali, tidak bisa virtual,” terangnya.

Seperti diberitahukan, Bareskrim Polri telah melimpahkan berkas kasus dugaan ujaran kebencian dan hasutan kericuhan dalam demo menolak UU Cipta Kerja yang menyeret sejumlah tokoh KAMI ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Berkas Syahganda sendiri dinyatakan lengkap atau P21 sejak akhir bulan lalu, tepatnya 20 November 2020. Selanjutnya masuk pelimpahan tahap dua pada 3 Desember lalu.

Syahganda ditetapkan sebagai tersangka pada 14 Oktober 2020 karena dituding telah merencanakan untuk menghasut dan menyebarkan ujaran kebencian berdasar SARA melalui Twitter.

Terhadap Syahganda disangkakan dengan Pasal 45 ayat 2 UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan.