Suryo Prabowo: Tak Benar Brimob Pernah Menyerang Markas Kopassus

Nasional

NOTULA – Belakangan ini beredar di media sosial terkait Resimen Pelopor, cikal bakal Brimob (Brigade Mobil), melakukan penyerbuan ke markas RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat), kini Kopassus, di Cijantung. Penyerbuan itu tersebut dipicu terbunuhnya seorang prajurit Resimen Pelopor.

Kabar itu bersumber dari buku berjudul “Resimen Pelopor, Pasukan Elit yang Terlupakan” yang ditulus Anton Agus Setiyawan dan Andi M Darlis, untuk mengungkap bentrokan yang terjadi pada pertengahan 1968.

Ironisnya, berita ini menyebar sesaat setelah terjadi pembakaran Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, oleh sekelompok massa, Selasa (11/12) lalu.

Kabar itu pun dibantah keras oleh bekas Wakil Kepala Staf TNI AD (Wakasad), Letjend TNI (Purn) Suryo Prabowo. “Itu berita bohong, sama sekali tidak benar, sampai mencatut nama Jenderal LB Moerdani, sesepuh RPKAD segala,” tegas Suryo Prabowo, Rabu (19/12).

Secara rinci Suryo menjelaskan, buku itu banyak sekali memuat kejanggalan, keanehan dan kemustahilan. Misalnya, sambung dia, ada dua perkelahian paling dahsyat yang dialami RPKAD dengan KKO AL pada 1964 dan Brimob Pelopor tahun 1968. Dituliskan bahwa peristiwanya terjadi pada pertengahan 1968, tanpa bulan dan tanggal.

“Bagaimana mungkin suatu kejadian luar biasa tidak diketahui lengkap waktunya? Tahun 1968 tidak ada lagi RPKAD, karena sejak 12 Desember 1966 sudah diganti dengan nama Pusat Pasukan Khusus AD (Puspassus AD) lalu RPKAD mana yang diserang? Sejak Tahun 1950-an, Cijantung sudah menjadi salah satu basis terbesar TNI AD di Jakarta. Ada RPKAD (Puspassus AD), Brigif 1, Brigif Linud 17, Yonkav 1, Yonkav 7, Kikavtai 1, dan berbagai satuan tingkat detasemen TNI AD lainnya. Bagaimana 3 kompi berjalan melalui satuan-satuan itu dengan lancar tanpa ada hambatan?” tambah Suryo Prabowo.

Dijelaskan, penulis buku itu sendiri sudah mengakui kesalahannya, tapi belum meminta maaf pada public, terutama pada TNI, khususnya Kopassus.

“Ini kan jelas seperti usaha adu domba dan memanas-manasi ketegangan antara TNI dan Polri. Padahal TNI dan Polri saat ini sedang dalam kondisi solid, terutama menghadapi kelompok OPM di Papua,” demikian Suryo Prabowo, seperti dikutip dari rmol.co.