Surya Paloh Dinilai Lakukan Pembohongan Publik

Nasional

NOTULA – Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, dinilai tidak konsisten dengan janji yang pernah dia ucapkan. Dia sempat menyatakan akan membubarkan partai jika ada kader partainya yang korupsi.

Saat ini sudah banyak kader Nasdem yang terlibat praktik haram itu, tapi partai masih belum dibubarkan juga.

Yang paling anyar, kasus korupsi menimpa salah satu kader Nasdem, Irvan Rivano Muchtar. Bupati Cianjur itu menjadi tersangka korupsi setelah tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Jadi, sudah banyak kader Nasdem yang korupsi, tapi Surya paloh belum membubarkan Partai Nasdem sesuai janjinya,” kata Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem), Syafti Hidayat, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (13/12).

Dijelaskan, korupsi yang dilakukan Partai Nasdem sudah dimulai sejak mantan ketua umumnya, Rio Capella, yang baru satu tahun menjadi anggota DPR sudah tersangkut korupsi DAU Sumatera Utara.

Tak hanya itu, sebelum Irvan terkena OTT, Bupati Malang, Rendra Kresna, yang juga kader Nasdem, belakangan juga jadi pesakitan KPK.

Atas alasan itu, Syafti menilai Surya Paloh sudah waktunya menepati janji. Jika janji tidak ditepati, sama saja bos Media Group itu telah melakukan pembohongan publik.

“Ya, Surya Paloh sudah melakukan pembohongan publik,” demikian pria yang akrab disapa Uchok itu, seperti dikutip dari rmol.co.