Survei IPO: Jomplang, Kepuasaan Masyarkat pada Jokowi dan Maruf Amin

Nasional

NOTULA – Indonesia Political Opinion (IPO) menggelar survei. Salah satu hasilnya, kinerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin mendapat tingkat kepuasaan yang berbeda.

Menurut Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, kinerja Jokowi mendapat kepuasan cukup tinggi dari 1.200 responden pada survei yang dilaksanakan akhir Maret hingga awal April 2021.

“Kepuasan terhadap kinerja Presiden (Jokowi), 56 persen masyarakat menilai kinerja presiden memuaskan. Hanya 37 persen yang menyatakan tidak puas,” jelas Dedi dalam diskusi virtual Polemik Trijaya FM bertajuk ‘Evaluasi Kabinet dan Peta Politik 2024’, Sabtu (10/4/21).

Bila dilihat dari tiga bidang kinerja politik Jokowi yang disajikan IPO, menurut Dedi, tingkat kepuasaan masyarakat terhadapnya masih cukup tinggi.

Di bidang sosial sebanyak 58 persen responden puas dengan Jokowi. Kemudian 55 persen responden puas dengan kinerja di bidang ekonomi.

“Tapi di bidang politik hukum rendah, 43 persen. Artinya, lebih besar yang menyatakan tidak puas, yakni sebesar 49 persen,”sambung Dedi, seperti dikutip dari rmol.id.

Pada bagian lain, tingkat kepuasan masyarakat terhadap Maruf Amin justru bisa dikatakan jomplang, dibanding perolehan Jokowi.

“Wakil presiden hanya mendapat nilai kepuasan dari perspektif publik itu 36 persen, 51 persen menyatakan tidak puas,” tutur Dedi.

“Begitu juga dipecahkannya bidang sosial, yang menyatakan puas hanya 40 persen adanya keterlibatan wapres, bidang ekonomi sangat rendah 29 persen, kemudiqn bidang politik dan hukum hanya 38 persen,” sambungnya.

Berdasar tingkat kepuasan Jokowi dan Maruf Amin yang berbeda itu, Dedi menyatakan, hasil surveinya memiliki pesan untuk pihak Istana agar bisa melakukan kerja-kerja kolektif, antara presiden dan wapres.

“Artinya, sekarang orang melihat bahwa presiden bekerja tidak melibatkan wakil presiden. Begitu juga Wakil Presiden (Maruf Amin) mungkin bekerja tidak berani untuk menunjukkan ke publik, sehingga tidak diketahui,” pungkas Dedi.