NOTULA – Persoalan surat suara tercoblos di Malaysia sebelum pelaksanaan coblosan dilaksanakan merupakan masalah serius. Sebab itu, kritik atas kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengatasi hal itu terus berdatangan.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie, juga melancarkan kritik atas pernyataan Komisioner KPU, Ilham Saputra, yang menganggap temuan surat suara di Malaysia sebagai sampah. Menurutnya, pernyataan itu terkesan menyederhanakan masalah.

“Statement seperti itu tidak seharusnya datang dari penyelenggara Pemilu, dengan kesan menyederhanakan masalah,” katanya dalam akun Twitter @JimlyAs, Minggu (14/4).

Pakar hukum tata negara itu menegaskan, KPU seharusnya profesional dan memperlihatkan dengan baik sisi profesionalisme dalam mengatasi masalah. Dalam hal ini KPU harus berani mengakui kesalahan yang dibuat, sehingga ada koreksi dalam bekerja.

“Temasuk (berani) menindak tegas tanpa pandang bulu sesuai aturan,” pungkasnya, seperti dikutip dari rmol.co.

Secara terpisah, kritikan senada juga disampaikan jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, yang juga menanggapi pernyataan Komisioner KPU, Ilham Saputra, yang menganggap temuan surat suara sebagai sampah.

“KPU tidak bisa ngomong gitu aja dong. Harus diidentifikasi. Ini kan persoalan serius. Masak udah gitu aja dijadiin sampah surat suaranya?” kata Andre.

Dugaan puluhan ribu surat suara tercoblos merupakan ulah oknum tidak bertanggung jawab. Untuk itu, KPU tidak bisa sembrono dan membiarkan begitu saja dengan tidak mencari tahu pelakunya.

“Ini mafia suara. Pelakunya harus ditindak tegas. KPU harus identifikasi,” tegas Andre.
Politisi Gerindra itu mendesak KPU dan Bawaslu bersikap profesional dengan meminta keterangan resmi dari Dutabesar RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana.

“Bila perlu panggil dan periksa KBRI Malaysia Rusdi Kirana. Minta dia turun tangan, apalagi saya lihat video yang viral itu ada Caleg Nasdem Davin Kirana yang surat suaranya sudah dicoblos,” demikian Andre.