Stabilitas Nasional Tak Signifikan, Jokowi Perlu Pertimbangkan Menko Polhukam Baru

Nasional

NOTULA – Kualitas stabilitas nasional tidak bagus, sebab itu kinerja Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dipertanyakan.

Di saat polarisasi Pilpres 2019 sudah terekonsiliasi dengan bergabungnya rival Jokowi, Prabowo Subianto, ke dalam kabinet, ternyata kegaduhan di negeri ini masih saja terjadi. Yang paling baru, kegaduhan setelah Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab pulang dari Arab Saudi.

Berdasar fakta itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, berpendapat, Presiden Joko Widodo perlu mempertimbangkan mencari pengganti Mahfud MD yang dinilainya tidak signifikan menjaga stabilitas nasional.

“Dengan kondisi saat ini, semestinya presiden perlu mempertimbangkan Menko Polhukam baru,” katanya, seperti dikutip dari RMOL.id, Minggu (20/12/20).

Belakangan, nama Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko, mulai beredar, diwacanakan untuk mengganti Mahfud MD sebagai Menko Polhukan.

Menurut Dedi, Moeldoko tak jauh beda dengan Mahfud MD. Jadi pergantian itu tidak akan signifikan. “Kekisruhan komunikasi bahkan jauh lebih sering ketimbang kekisruhan politik,” katanya.

Menurutnya, penerimaan sipil pada sosok Menko Polhukam baru akan menjadi kunci kesuksesan Jokowi. “Menko Polhukam memerlukan karakter yang selain tegas, juga dapat diterima kalangan sipil,” pungkas Dedi.

No Problemo

Secara terpisah, Sekjen Perindo, Ahmad Rofiq, mengatakan, diam-diam presiden terus memantau kinerja dan loyalitas anak buahnya, sehingga presiden tahu yang pas untuk diganti atau dipecat dari tahta kementerian.

Disinggung soal kabar Mahfud MD akan digeser dari kursi Menko Polhukam dan diganti Moeldoko, Rofiq mengaku tidak masalah.

Menurutnya, Mahfud MD merupakan tokoh yang memiliki kapasitas mumpuni dan bisa menyesuaikan diri di mana saja berada.

Kalaupun bakal digantikan Moeldoko, menurutnya tak masalah. Krena Mahfud MD telah biasa menjalani sejumlah pos kementerian sebelumnya.

“Saat-saat ini Pak Presiden pasti akan memotret satu persatu. Pak Mahfud itu punya kapasitas, ditaruh di mana mana saja bisa menyesuaikan. Beliau sudah pernah menjabat di banyak kemetrian, bahkan hampir jadi Cawapres. Jadi pasti no problemo,” tandasnya.