Sri Mulyani Membingungkan, Ada Silpa Rp 234 T Tapi Masih Ngutang Rp 7 T

Nasional

NOTULA Kebiasaan berutang terus dilakukan Sri Mulyani, meski uang negara masih mencukupi. Sebab itu, tata kelola uang negara yang dikomandoi Menteri Keuangan Sri Mulyani dinilai membingungkan.

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Iwan Sumule, menilai langkah Sri Mulyani menarik utang printilan sebesar Rp 7,05 triliun dari Bank Dunia dinilai aneh, dengan alasan untuk kesiapan finansial menghadapi bencana, perubahan iklim, dan krisis kesehatan seperti Covid-19.

“Jadi, agak membingungkan cara Menkeu mengelola uang negara ini,” tegas Iwan Sumule, seperti dikutip dari RMOL.id, Minggu (24/1/21), sembari mengatakan, bukan tujuan utang yang ia permasalahkan, tapi tata kelola uang negara yang tidak dimaksimalkan menkeu berpredikat terbaik dunia itu.

Kenapa? Karena negara masih memiliki dana sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) tahun anggaran 2020 sebesar Rp 234,7 triliun. Data ini menunjukkan Sri Mulyani gagal memaksimalkan dana yang ada, dan selalu menjadikan utang sebagai pilihan.

“Berdasar data yang ada, ada Silpa Rp 234,7 triliun anggaran tahun lalu, tapi masih saja menambah utang. Ini menunjukan anggaran ratusan triliun itu tidak dimanfaatkan maksimal. Ini cara kelola yang tak benar,” tutupnya.