NOTULA – Saat ini spanduk rakyat bertuliskan “Prabowo Presiden Rakyat” terpasang di sejumlah wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jakarta, Jawa, Madura sampai ke Nusa Tenggara Barata (NTB).

Menurut Ketua Umum Pengurus Nasional Jaringan Muda Nusantara (PN JMN), Latif, spanduk-spanduk itu merupakan pernyataan yang mewakili hati nurani masyarakat, khususnya kalangan milenial, yang selama ini digalang untuk mendukung Prabowo-Sandi.

“Spanduk itu datang dari unsur generasi muda yang terhimpun dalam wadah Jaringan Muda Nusantara (JMN), dan merupakan sikap kalangan milenial untuk mengawal Pemilu sesuai UU Pasal 22E 22E, yang pada prinsipnya setiap warga negara berhak memilih bebas menentukan pilihannya tanpa tekanan dan paksaan dari siapapun,” tutur Latif, Kamis (2/5).

Spanduk itu, lanjut dia, terpasang di sejumlah tempat, baik pingir jalan raya, perkampungan, hingga pelosok desa. Organisasi yang dipimpinnya kini banyak mendapatkan dukungan publik.

Pada kesempatan itu Latif juga menyinggung soal KPU yang salah input data sebagai potensi kecurangan masif dalam Pemilu serentak 2019.

“Alhamdulillah sikap JMN selalu mendapat dukungan masyarakat luas, artinya, dengan fakta-fakta yang terjadi di masyarakat selama Pemilu ini berlangsung, memberikan opsi kepada publik yang berpotensi tidak percaya terhadap penyelenggara,” ungkapnya.

Latif juga meminta seluruh jajaran pengurus JMN tetap solid melanjutkan kerja perjuangan dan tidak terprovokasi.

Dia juga mengingatkan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas.

Serta kepada penyelenggara Pemilu, diminta bekerja sesuai prinsip undang-undang demi terselenggaranya Pemilu yang berintegritas, profesional dan tidak berpihak.

“Karena ini bagian kecintaan kita kepada NKRI, kepada Bangsa Indonesia,” tutup Latif, seperti dikutip dari rmol.co.