Songsong The New Normal, Separuh Kabinet Perlu Dirombak

Nasional

NOTULA – The new normal butuh orang-orang kredibel dalam jajaran kabinet. Jangan sampai tak ada perubahan berarti di tubuh pemerintah dalam menyongsing keadaan yang tidak lagi biasa atau normal itu.

Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Satyo Purwanto, mencatat, lebih dari separuh menteri pembantu Presiden Joko Widodo tidak dalam performa bagus mengatasi pandemik Covid-19.

“Hampir semua menteri Jokowi nggak perform, ini yang krusial,” ujarnya, seperti dikutip dari rmol.id, Rabu (28/5/30).

Sederet menteri yang menurutnya tidak bekerja maksimal, antara lain Menteri Sosial Juliari P Batubara; Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi (Mendes) Halim Iskandar; dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Selanjutnya para menteri di sektor perekonomian, seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati; Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki; Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama; Menteri Perdagangan Agus Suparmanto; dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang.

Seharusnya menteri di sektor teknis dan keuangan ini menjadi ujung tombak penanggulangan dampak, penanganan korban, manajemen kesehatan, sarana dan prasarana kesehatan termasuk melakukan riset penemuan obat atau vaksin.

“Dan yang tidak kalah penting adalah penanggulangan dampak ekonomi dan politiknya. Bisa separuh dari jumlah kabinet Jokowi yang seharusnya sudah dipecat,” jelas Satyo.

Apalagi, sambungnya, menteri di sektor keuangan yang buruk dalam menangani ekonomi negara dalam kondisi darurat. “Jelas sekali kelas Menkeu yang di bawah kapasitas menangani ekonomi negara dalam kondisi darurat,” lanjutnya.