Soal Wacana Pemilu Ditunda, Prabowo Pilih Hormati Konstitusi

Nasional

NOTULA – Wacana penundaan Pemilu 2004 akhirnya mendapat tanggapan dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Putra begawan ekonomi, Soemitro Djojohadikoesoemo, itu memilih tetap menghormati konstitusi.

Seperti diketahui, wacana penundaan Pemilu 2024 telah didengungkan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

Menurut jurubicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, Menteri Pertahanan RI itu berada pada posisi menghormati konstitusi. “Pak Prabowo menyatakan, beliau menghormati konstitusi kita,” tegasnya, lewat video yang diterima redaksi, Selasa (1/3/22).

Seperti dikutip dari rmol.id, Prabowo, sambung Dahnil, ingin terus menjaga konstitusi negara, termasuk merawat demokrasi Indonesia yang sehat.

Meski begitu, Dahnil juga menegaskan bahwa Prabowo tetap akan terus menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan tokoh-tokoh politik lainnya. “Baik dari Parpol maupun tokoh lainnya,” tutupnya.

Fokus Pemilu Berkualitas

Menanggapi penolakan Prabowo itu, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid, menilai sikap itu menambah kekuatan partai yang menolak penundaan Pemilu, di Senayan.

Ada 5 ketua umum partai yang menolak, yakni PKS, PDIP, Demokrat, Nasdem, dan Gerindra. “Lima Ketum partai di DPR menyatakan sikap menghormati konstitusi atau menolak penundaan Pemilu,” tegasnya, lewat akun Twitter pribadi, Rabu (2/3).

Hidayat Nur Wahid meminta usulan itu tidak lagi dibahas, karena sudah tidak masuk akal lagi. Wakil Ketua MPR RI itu meminta agar fokus politik diarahkan pada bagaimana menciptakan Pemilu yang berkualitas.

“Maka makin masuk akal untuk menarik usulan itu, dan untuk fokus persiapkan Pemilu yang berkualitas,” tutupnya.