NOTULA – Dalam beberapa kali statemennya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantah anggapan negatif terkait kesalahan menginput data Pilpres 2019 pada Sistem Informasi Penghitungan (Situng). KPU menduga ada masalah entri data akibat kesalahan manusia alias human error.

Menanggapi itu, Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean, menyatakan tidak sependapat dengan alasan KPU, yakni human error.

Menurutnya, kenapa human error selalu menguntungkan pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin.

Sebaliknya, pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno selalu menjadi pihak yang dirugikan terkait kasus input ini.

“Parah betul. Woi @KPU_ID human error hanya terjadi untuk menambah suara 01 dan mengurangi suara 02? Kok human errornya konsisten mengalahkan Prabowo? Maunya kalian apa?” tegas politisi Demokrat ini di akun twitternya @FerdinandHutah2.

“Kalau ada yang menduga bahwa kami lakukan kecurangan, masa kami publikasikan? Jadi saya tegaskan, tidak ada niat untuk curang. Kalau terjadi karena kesalahan input, itu saya menduga murni karena human error,” jelas Arief sambil menambahkan pihaknya akan melakukan koreksi.