NOTULA – Pembukaan akses penuh fitur media sosial (Medsos) dilakukan setelah situasi dan kondisi keamanan dinyatakan kondusif dari berbagai polemik, pasca aksi massa 21-22 Mei. Demikian dikatakan Menteri Komunikasi dan Infomatika, Rudiantara.

Pernyataan itu disampaikan menteri di Kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), di Jakarta, Kamis (23/5).

“Jadi, tunggu kondusif. Yang bisa menyatakan suasana kondusif atau tidak tentu masukan dari pihak keamanan. Dari sisi intelijen, Polri dan TNI utamanya. Kalau sudah kondusif kita fungsikan kembali fitur-fitur itu, karena saya sendiri merasakan dampak yang saya buat sendiri,” jelasnya.

Rudiantara juga berdoa agar segera pulih. “Doa ini kan bukan doa saya sendiri, tapi doa teman-teman juga kan,” lanjutnya.

Seperti diketahui, keputusan pembataan akses Medsos itu diambil melalui Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi Transaksi dan Elektronik (UU ITE) pasal 40 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008.

“UU ITE pasal 40 jelas, pemerintah mempunyai kewajiban. Kewajiban UU ITE dibagi menjadi dua besar, yakni bagaimana meningkatkan literasi masyarakat terkait digital, memanfaatkan digital dengan baik, dan kedua, manajemen digital dari konten dan pembatasan-pembatasan,” lanjut dia.

“Ini pasal 40 ayat 2 UU 19 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik. Pemerintah melindungi kepentingan umum dari segala jenis gangguan sebagai akibat penyalahgunaan informasi elektronik dan transaksi elektronik yang menganggu ketertiban umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” pungkasnya.